23 Mei 2017 09:42:24

Mengapa Anak Saya Gemar Membantah?

Ilustrasi : anak mulai gemar membantah orang tua karena tidak bisa menyampaikan keinginannya dengan baik.

Semua perilaku anak-anak dalam setiap tahapan perkembangannya sangat ditunggu-tunggu oleh orang tua. Namun, kita sering menemui perilaku tidak baik yang diperlihatkan oleh anak seperti membantah. Adakalanya, anak-anak membantah orang tua saat mereka ditegur, diajak berbicara, atau diminta melakukan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membantah adalah tindakan melawan, menentang, atau menyerang perkataan orang lain.

Menurut Kak Seto, kita tidak boleh menyalahkan anak-anak bila tiba-tiba mereka berani melawan atau tidak mau menuruti nasihat kita. Perlu diketahui bahwa penyebab anak membantah dikarenakan ada rasa ketidakpuasan dalam hati anak, misal tentang kesalahan pola asuh atau karena kurang perhatian orang tua terhadap anak. Berdasarkan pernyataan tersebut, perilaku membantah pada anak sangat erat kaitannya dengan perlakuan orang tua terhadap anak mereka. Dengan demikian, sudah menjadi tugas orang tua untuk menjadi pendidik sekaligus contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Gaya komunikasi anak dan orang tua sangat berpengaruh terhadap perilaku gemar membantah pada anak. Orang tua yang otoriter dan memaksakan kehendaknya sendiri tanpa mempertimbangkan keinginan anak akan membuat anak membantah. Sebab, pada dasarnya setiap anak memiliki pemikirannya sendiri yang perlu didengar dan difasilitasi oleh orang tua. Menyuruh anak di waktu yang tidak tepat seperti ketika asyik mengerjakan aktivitasnya akan membuat anak membantah perintah orang tua. Oleh sebab itu, perlu ada pengertian dari orang tua untuk melihat kondisi atau keadaan anak pada saat ingin berbicara.


Solusinya, Ubahlah Sikap Anda

Untuk mendidik anak disiplin dan tidak membantah, perlu cara dan trik khusus yang berbeda dari orang dewasa. Berikut cara orang tua menghadapi anak gemar membantah.

1. Gunakan Nada Halus Tapi Tegas

Menjadi sangat lembek dan toleran bukanlah solusi terbaik, namun kita bisa mengubah gaya bicara kita. Alih-alih memerintah, kita gunakan nada halus dengan aksen tegas dan lakukan secara berulang. Kita ingatkan terus apa yang harus dilakukan oleh anak seperti membereskan mainan, menggosok gigi, atau mandi dengan nada tegas namun tidak berteriak.

2. Menyuruh dengan Nada Meminta

Saat akan menyuruh anak, kita gunakan kalimat dengan nada meminta. Menggunakan kalimat “Boleh ibu minta mainan kamu?” lebih bisa diterima anak dari pada dengan kata “Ayo, bawa mainan kamu ke sini!”. Selain kita mengajarkan berperilaku sopan, anak juga akan merasa dihormati sehingga segan untuk menolak.

3. Ajarkan Kata-Kata untuk Mengekspresikan Perasaan

Kita bimbing anak untuk mengungkapkan perasaan dia yang sebenarnya. Kita coba mencari tahu kondisi perasaan anak ketika membantah. Saat anak berkata “tidak”, bisa jadi karena dia merasakan hal lain.

4. Mengalihkan Perhatian Bukan Melarang

Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jika menemukan hal yang berbahaya, kita alihkan perhatiannya ke hal lain dibanding melarangnya. Kita hindari kata ‘jangan’ untuk menghentikan tindakan anak. Kita alihkan dengan menyarankan ke hal lain yang lebih aman untuk mereka dengan nada yang menyenangkan.