22 Mei 2017 13:55:10

Memupuk Semangat Kebangkitan Nasional Melalui Pendidikan

Ilustrasi : kebangitan nasional ditandai dengan semangat mengenyam pendidikan, sebagai harapan besar Indonesia di masa yang akan datang.

Pendidikan merupakan unsur utama kemajuan sebuah bangsa. Sebuah bangsa besar adalah bangsa dengan generasi terdidik yang mau berpartisipasi aktif dalam membangun negaranya. Dimulai dari kegiatan cendikia yang berkumpul membentuk organisasi Budi Oetomo, Indonesia mengawali sejarah dimana para kaum terdidik dan terpelajar maju berperang melawan penjajahan yang sifatnya menjajah mental. Mereka menolak untuk terus pasrah dan menyerah, dan memperjuangkan hak agar negara kita memiliki kemerdakaan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin dan mengaktualisasi potensi  serta kemampuannya demi kemajuan bangsa.

Makna Kebangkitan Nasional bagi guru dan siswa mengacu kepada salah satu amanat salah satu tokoh Kebangkitan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara tentang pentingnya peran guru untuk kebangkitan pendidikan di Indonesia dengan semboyan Patrap Triloka yang berbunyi “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Semboyan tersebut bermakna bahwa ketika di depan, seorang guru haru memberi teladan atau contoh tindakan yang baik; di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide; dan dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.

Selain guru, siswa harus menjadi bagian dari semangat perubahan di hari Kebangkitan Nasional. Cara untuk menumbuhkan partisipasi siswa untuk berpartisipasi mengharumkan nama Indonesia adalah dengan menumbuhkan jiwa-jiwa nasionalisme sejak dini lewat pendidikan. Adapun kiat untuk membangkitkan semangat nasionalisme di sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pelajaran tentang pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah dengan menankan nilai-nilai kebangsaan serta menanamkan budaya mengenal pahlawan nasional.
  2. Menghidupkan budaya upacara bendera setiap senin dengan penuh khidmat untuk menanamkan rasa cintah tanah air dan menghornati jasa pahlawan. Di upacara bendera juga ditanamkan budaya menyanyikan lagu nasional yang diikuti oleh seluruh siswa.
  3. Pendidikan moral, agar para siswa tidak mudah terpengaruh dan menyerap hal-hal negatif dari lingkungan yang dapat mengancam ketahanan bangsa.