20 Mei 2017 08:33:06

Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional

semangat nasionalisme di Hari Kebangkitan Nasional.

Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Latar belakang hari Kebangkitan Nasional yakni bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia. Kebangkitan Nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi pengingat generasi selanjutnya untuk selalu mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI.

Sejarah menyebutkan, pada tanggal 20 Mei 1908 bertempat di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), Dr. Soetomo beserta rekan-rekannya menggagas ide untuk mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan. Ide yang dilontarkan Soetomo tersebut terinspirasi dari semangat dr. Wahidin Sudirohusodo yang ingin meningkatkan martabat rakyat dan bangsa Indonesia. Memontum pendirian organisasi Boedi Oetomo tersebut menjadi latar belakang Hari Kebangkitan Nasional.

Tokoh Kebangkitan Nasional yang terkenal sering disebut sebagai tiga serangkai, yaitu dr. Tjipto Mangunkusumo, dr. Douwes Dekker dan Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara). Tokoh-tokoh tersebut merupakan pelaku sejarah lahirnya organisasi Boedi Oetomo yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Lahirnya Boedi Oetomo dilatarbelakangi kondisi bangsa Indonesia yang pada saat itu dijajah oleh Belanda tengah hidup dalam penderitaan dan kebodohan karena tingkat kecerdasan rakyat sangat rendah pada saat itu.

Kondisi bangsa yang memprihatinkan itu merupakan pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya. Hal tersebut terjadi karena sistem pendidikan yang rendah serta tertutupnya informasi mengenai dunia luar di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kaum pribumi. Dari sanalah Dr. Soetomo berusaha menjadi motor perubahan beserta pelajar STOVIA untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna membangun usaha untuk mengejar ketertinggalan serta membakar semangat untuk bangkit dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia.