15 Mei 2017 09:54:06

Singa dan Rubah

Singa dan Rubah

Di sebuah hutan rimba yang lebat, Raja Singa hidup dengan nyaman. Sebagai raja, wajar apabila semua keinginannya terpenuhi. Apalagi ia terkenal sangat kuat sehingga semua binatang takut kepadanya. Tidak ada satu pun rakyat binatang yang berani macam-macam dengannya.

Raja Singa tinggal di dalam sebuah istana gua yang sangat nyaman. Tempat itu banyak ditumbuhi pepohonan nan rindang. Di sekitar gua terbentang taman bunga yang indah, tempat Singa bersantai melepas lelah.

Karena usianya yang sudah tua, tubuh Singa mulai lemah. Ia tidak bisa lagi memburu mangsa seperti ketika masih perkasa. Ia menjadi kurang makan sehingga tubuhnya semakin kurus dan lemah. Singa merasa sedih. Ia berpikir keras, mencari cara agar dapat tetap makan enak meskipun tidak berburu mangsa.

Aha! Singa menemukan ide yang cemerlang. Ia berhasil menemukan siasat untuk mendapatkan makanannya tanpa harus bersusah payah.

Keesokan harinya, Singa berpura-pura sakit dan menyendiri di dalam istana gua. Dibuatnya pengumuman pada sebuah papan yang dipasang di depan istana gua. Bahwa Raja Singa sedang sakit, dan rakyatnya dipersilakan menjenguk. Siapa saja yang menjenguk hendaknya tidak bersamaan atau rombongan karena akan membuat Singa sesak napas.

Berita tentang Raja Singa yang sakit segera menyebar ke seantero hutan. Para binatang berdatangan satu per satu untuk menjenguk rajanya. Kelinci, kambing, rusa, kerbau, dan binatang-binatang lainnya bergantian datang menjenguk.

Setiap kali ada binatang yang datang, Singa mempersilakan ia untuk masuk ke dalam gua. Sementara Singa sendiri pura-pura berbaring sambil mengasah kukunya. Ketika binatang yang menjenguk masuk, Singa segera menerkamnya, kemudian menyantapnya.

Sudah banyak binatang yang menjadi korban siasat Singa. Mereka bergantian masuk ke dalam gua, tapi tidak ada yang keluar. Anehnya, tidak ada binatang yang menyadarinya sehingga mereka terus bergantian menjenguk Singa tanpa curiga.

Suatu hari giliran Rubah datang. Sampai di depan pintu gua, ia hanya berdiri seperti orang yang sedang bingung. Bukannya masuk, Rubah malah berjalan mondar-mandir di depan gua. Singa melihatnya dari dalam gua dan mempersilakannya masuk.

“Silakan masuk, Rubah. Mengapa kamu berdiri saja di situ? Masuklah, agar aku bisa beramah tamah denganmu. Aku senang kamu menjengukku. Kamu memang rakyatku yang baik," kata Singa.

“Aku memang datang untuk mengunjungi rajaku. Ingin sekali aku masuk dan duduk di sisinya untuk meringankan sakitnya” sahut Rubah. “Hanya saja, aku melihat begitu banyak jejak masuk tapi tak ada jejak keluar. Karena itu, cukuplah aku berdoa dari sini untuk kesembuhan Raja.”

Rupanya Rubah menyadari bahaya yang mengancamnya di dalam gua. Ia cukup cerdik sehingga dapat mengambil pelajaran dari nasib yang menimpa binatang lainnya. Ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu sambil bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan nyawanya.