13 Mei 2017 09:30:30

Waspadalah dengan Lima Kategori Bullying Di Sekolah!

Waspadalah dengan Lima Kategori Bullying Di Sekolah!

Munculnya kasus-kasus kekerasan selama di sekolah menjadi keprihatinan tersendiri terutama bagi kita, para orang tua. Kita seringkali mengenalnya dengan istilah perpeloncoan, penindasan atau bullying. Bullying sendiri adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Perilaku agresif ini memberikan dampak secara fisik dan psikologis kepada korbannya yang akhirnya memengaruhi kehidupan korban bullying.

Faktor yang memengaruhi perilaku bullying dapat bersumber dari pengaruh keluarga, sekolah, teman sebaya, atau bahkan media seperti televisi dan jejaring sosial. Hal tersebut dapat memicu munculnya dorongan untuk melakukan berbagai bentuk bullying. Terdapat beberapa jenis bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Riauskina, dkk (2005) mengelompokkan perilaku bullying ke dalam lima kategori berikut.

  1. Perilaku nonverbal langsung, meliputi perilaku melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menunjukkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam.

  2. Perilaku nonverbal tidak langsung, meliputi perilaku mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga retak, mengucilkan atau mengabaikan, dan mengirimkan surat kaleng.

  3. Kontak fisik langsung, meliputi perilaku mencubit, mendorong, menjambak, menendang, memukul, menggigit, mengunci seseorang dalam ruangan, memeras, dan merusak barang-barang yang dimiliki siswa lain.

  4. Kontak verbal langsung, meliputi perilaku merendahkan, mengganggu, memberi nama panggilan yang bersifat negatif, memaki, mengancam, mempermalukan, sarkasme, mencela/mengejek kondisi fisik maupun sosial, dan menyebarkan gosip.

  5. Pelecehan seksual, dimana perilaku ini kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal dengan melakukan ancaman terhadap seksualitas atau hal-hal yang berhubungan dengan genitalia.

Beragam jenis bullying tersebut menjadi gambaran bagi kita untuk melakukan identifikasi perilaku bullying pada anak-anak kita di sekolah. Jika terjadi beberapa perilaku tersebut, orang tua harus peka dan waspada agar perilaku bullying tidak berdampak serius bagi korban maupun pelakunya. Tindakan ini harus dicegah agar perilaku bullying tidak muncul. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta jauh dari contoh tindakan kekerasan akan menekan munculnya perilaku bullying di sekolah.