10 Mei 2017 12:02:36

Mengajari Anak Cara Menghindari Bullying

Mengajari Anak Cara Menghindari Bullying

Bullying dapat mengintai siapa saja untuk dijadikan korbannya, termasuk anak-anak kita selama di sekolah. Banyaknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah mengharuskan kita waspada dalam mencegah perilaku bullying pada anak. Sebab, semua jenis bullying baik secara fisik, verbal, atau nonverbal akan memberikan dampak negatif baik bagi fisik maupun psikis anak. Untuk menghindari dampak tersebut, kita perlu mengajari anak menghadapi bullying. Berikut beberapa cara menghadapi perilaku bullying yang dapat diterapkan kepada anak-anak kita.

1.    Tegas dalam Berperilaku
Anak-anak yang tidak tegas atau terlihat lemah lebih rentan terkena bullying. Sebaliknya, anak yang percaya diri, ceria, selalu berdiri tegap, berbicara lantang, dan tidak mudah menangis adalah anak yang jarang terkena bullying. Kepercayaan diri dalam menghadapi teman-temannya ternyata membuat anak terlihat tegas di lingkungannya. Oleh sebab itu, ajarkan kepada anak kita untuk selalu bersikap tegas agar tidak mendapat perlakuan buruk dari temannya.

2.    Menghindar atau Tidak Membalas
Anak-anak pelaku bullying akan senang dan terus mengganggu jika korbannya menanggapi atau membalas. Beberapa pelaku bahkan senang jika anak ketakutan atau bahkan menangis. Oleh sebab itu, ajarkan kepada anak kita untuk menghindar atau tidak membalas tindakan buruk mereka. Ajarkan anak untuk tetap tenang dan menentukan batasan kapan harus bertindak menghadapi bullying.

3.    Tidak Menunjukkan Rasa Kesal atau Marah
Membalas bullying secara verbal dengan tersenyum atau cuek akan membuat anak terlihat dewasa. Menunjukkan sikap tersebut akan membuat pelaku bullying merasa heran bahkan malu. Kita dapat mengajarkan kepada anak untuk bersabar dan tidak memasukkan semua perkataan teman-temannya ke dalam hati. Tanamkan kepada anak kita, semakin dia kesal atau marah dengan sikap buruk temannya, justru dia akan semakin diganggu lagi dan lagi.

4.    Membekali dengan Kemampuan Bela Diri
Memberi bekal pertahanan diri agar anak mampu melindungi dirinya menjadi salah satu  cara untuk menghindari perilaku bullying yang dilakukan secara fisik. Bela diri tidak mengajarkan kekerasan atau berkelahi, namun sebagai pertahanan diri jika suatu saat anak diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Kita ajarkan juga kapan seharusnya ilmu bela diri tersebut digunakan, sehingga anak tidak sembarangan bermain-main dengan kemampuan bela dirinya.

Dukungan dan bantuan orang tua sangat efektif untuk memberantas perilaku bullying di sekolah. Menghadirkan suasana keluarga yang terbuka dan selalu saling menguatkan akan berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Jika anak menjadi korban bullying di sekolah, keluarga dapat berperan untuk memfasilitasi penyelesaian masalah di sekolah sehingga dampak dari perilaku bullying segera ditindaklanjuti. Menanamkan prinsip berani karena benar kepada anak juga dapat menjadi perlindungan diri anak dalam menghadapi perilaku buruk teman-temannya.