10 Mei 2017 10:03:07

Pemilihan Raja Rimba

Pemilihan Raja Rimba

Singa, sang raja rimba, mati karena usianya yang sudah lanjut. Semua binatang berkumpul di halaman istana. Mereka berbela sungkawa kepada singa betina yang ratapannya memenuhi rimba, karena sedih atas kepergian teman hidupnya.

Sesudah berbela sungkawa, para binatang berkumpul mengelilingi singgasana, untuk memilih pengganti sang Raja yang telah mangkat. Putra mahkota masih terlalu kecil dan lemah untuk meneruskan tugas ayahnya. Ia mengusulkan agar pemilihan raja ditunda sampai ia dewasa. Namun usulannya tidak diterima. Rakyat binatang ingin segera memiliki raja baru.

Suasana pun menjadi ramai. Masing-masing binatang mengajukan diri untuk dipilih sebagai raja rimba. Mereka mengunggulkan dirinya sendiri, mengatakan dirinya lebih baik dari yang lain. Kalau dibandingkan dengan dunia manusia, suasananya persis seperti saat kampanye pemilu.

“Perkenankan saya menyampaikan bahwa sayalah yang paling berhak untuk menjadi raja. Sebab, sayalah yang paling mirip dengan almarhum,” kata Macan Kumbang sambil berdiri.

Mendengar itu Beruang menyahut, “Jika Macan Kumbang mengaku begitu maka sebenarnya sayalah yang paling berhak menjadi raja. Sebab dalam soal kekuatan, keberanian, dan ketangkasan saya tidak kalah dengan almarhum. Bahkan saya lebih kuat, lebih berani, dan lebih tangkas dibanding Singa sendiri  Dalam hal memanjat pohon saya jelas lebih jago darinya.”

“Para hadirin, saya persilakan kalian untuk menjawab, apakah ada yang mengalahkan kekekaran, kekuatan, dan keberanian saya?” Gajah ikut angkat bicara.

Kuda menyeruak dari tengah kerumunan sambil berkata, “Saya cuma ingin meminta kalian tidak melupakan ketampanan dan kegagahan saya.”

“Apakah ada di antara kalian yang lompatannya mengalahkan aku?” tanya Rubah sambil mengedarkan pandangan.

Melihat para binatang saling membanggakan dirinya, Kera tak mau kalah. Ia berdiri dan berpidato, “Jika kalian memilih pemimpin, maka tidak mungkin ada yang lebih bagus dan lebih pandai dari saya. Kalau kalian memilih saya sebagai raja, saya akan membahagiakan kalian. Jangan lupa, sayalah hewan yang paling mirip dengan manusia. Seperti yang kalian tahu, manusia adalah pemimpin makhluk.”

“Jika kamu menganggap dirimu paling mirip manusia karena gerakan-gerakanmu yang menggelikan dan wajahmu yang buruk itu, maka aku lebih hebat darimu. Sebab, aku bisa meniru perkataan mereka. Berbicara adalah tanda makhluk yang berakal,” sahut Beo sambil menirukan ucapan manusia.

“Ya, tapi kata-katamu itu tidak ada artinya. Bahkan kamu tidak mengerti apa yang kamu ucapkan.” balas Kera sambil berlagak seperti manusia.

Semua yang hadir tertawa menyaksikan perdebatan Kera dan Beo. Yang menggelikan adalah tindakan keduanya yang meniru-niru manusia.

Akhirnya setelah perdebatan panjang, Gajah dipilih sebagai raja rimba yang baru. Ia dipilih karena kecerdasan, kekuatan, kesabaran, dan keperkasaan tubuhnya.