09 Mei 2017 10:34:39

Keledai yang Bodoh

Keledai yang Bodoh

Seorang pedagang memiliki dua ekor keledai. Yang satu ia muati garam dan yang satu lagi dimuati bunga karang.

Hari itu, pedagang dan kedua keledainya berjalan melewati sebuah sungai kecil. Tiba-tiba keledai pembawa garam menceburkan diri ke sungai. Rupanya ia ingin menghilangkan rasa haus akibat beban berat di punggungya. Ketika keluar dari air, ia merasa punggungnya menjadi sangat ringan. Ternyata garam yang dibawanya larut di dalam air.

Karena merasa ringan, keledai itu terlihat gembira. Padahal sebelumnya ia terlihat sangat murung. Temannya heran melihat perubahan itu.

“Apa yang terjadi denganmu? Sepertinya kamu sangat senang!” tanya keledai pembawa bunga karang.

“Ketika turun ke sungai tadi aku minum. Tanpa aku sadari, garam meleleh dari atas punggungku. Aku menunggu sampai semuanya mencair, baru aku keluar. Punggungku jadi sangat enteng!” jawab keledai pembawa garam.

Keledai pembawa bunga karang terkesima. Ia bertekad meniru perbuatan temannya di sungai berikutnya. Tak berapa lama, mereka tiba di sebuah sungai yang besar. Keledai pembawa bunga karang segera menceburkan diri ke sungai. Ia ingin minum sekaligus membuat beban di punggungnya mencair.

Tetapi bunga karang-bunga karang itu tidak mencair. Sebaliknya malah dipenuhi air, sehingga menjadi lebih berat dari sebelumnya. Akibat kebodohannya, keledai itu pun keluar dari air dengan susah payah.

Melihat kelakuan keledainya tersebut, Pedagang berkata kepadanya, “Hai keledai bodoh! Ketahuilah, sesuatu yang cocok untuk seseorang tidak selalu cocok untuk orang lain. Meniru tanpa mengerti apa-apa merupakan kebodohan. Betapa banyak manusia yang sepertimu. Mereka meniru-niru perbuatan yang akan membuat celaka, tapi mereka tidak memahaminya.”

Janganlah kamu meniru sesuatu sebelum memahaminya. Ketika hendak melakukan sesuatu, pastikan kita sudah memahami alasannya.