08 Mei 2017 10:03:28

Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013

Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, proses pembelajaran juga dapat memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.

Dalam dokumen Standar Proses ditegaskan bahwa Kurikulum 2013 menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut.
1. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu.
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi.
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban multidimensi.
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif.
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hard skills) dan keterampilan mental (soft skills).
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat.
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani).
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.

Prinsip-prinsip tersebut harus menjiwai keseluruhan proses pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai dengan penilaian hasil pembelajaran. Dalam hal ini, yang menjadi tujuan utama adalah tercapainya kompetensi peserta didik dalam tiga ranahnya yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Dalam Kurikulum 2013, ketiga ranah kompetensi tersebut dicapai dengan metode yang berbeda. Berikut penjabarannya.
a. Ranah pengetahuan, diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi.
b. Ranah sikap, diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.

c. Ranah keterampilan, diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.

Perbedaan karaktersitik kompetensi dan cara perolehannya tersebut pada gilirannya memengaruhi pendekatan pembelajaran yang digunakan. Untuk memperkuat kompetensi keterampilan, misalnya, digunakan pendekatan saintifik yang menenekankan pembelajaran berbasis penyingkapan (inquiry learning) atau pembelajaran berbasis penelitian (discovery learning). Untuk mendorong kemampuan siswa menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya (project based learning).

Standar proses sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah kompetensi secara holistik. Artinya, pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian, proses pembelajaran secara utuh diharapkan menghasilkan peserta didik yang memiliki aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan minimal sesuai dengan acuan minimal dalam Permendikbud No 24/2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.

Klik untuk mengunduh 
PERMENDIKBUD No 22 Tahun 2016.pdf