08 Mei 2017 08:51:02

Saudagar dan Pemuda

Saudagar dan Pemuda

Seorang saudagar membuka lowongan. Ia ingin mencari seorang pemuda sebagai asistennya. Banyak pemuda yang datang melamar. Pada waktu yang ditentukan, mereka datang untuk melakukan wawancara.

Saudagar memanggil mereka ke kantornya. Satu per satu mereka ditanyai tentang banyak hal. Saudagar bertanya tentang keluarganya, kemampuannya, kebiasaannya, sifatnya, dan sebagainya. Sambil bertanya-jawab, saudagar memperhatikan cara mereka berpakaian, berbicara, duduk, dan bersikap. Ia didampingi oleh seorang teman kepercayaannya.

Setelah sekian pelamar diwawancarai, akhirnya saudagar memilih seorang pemuda yang bertampang sederhana. Padahal wawancara dengan pemuda itu baru sebentar. Keputusan itu membuat heran temannya.

“Apa alasanmu memilih pemuda ini, padahal kamu tidak banyak bertanya kepadanya?” tanya temannya.

“Ketika masuk, ia membersihkan sepatunya ke keset dan mengetuk pintu dengan pelan. Dari situ aku tahu bahwa ia suka kebersihan dan keteraturan.” kata saudagar.

“Kemudian ia memberi salam kepadaku dan menjawab pertanyaan-pertanyaanku dengan bersemangat dan sopan. Itu berarti ia berbudi baik. Ia tenang menunggu giliran, tidak menyerobot temannya untuk menghadapku. Berarti ia orang yang rendah hati. Dari caranya berbicara, ia terlihat sebagai orang yang jujur. Jika sifat-sifat ini ada pada diri seseorang, maka ia lebih utama ketimbang lainnya.”

Teman saudagar mengangguk setuju. Memilih asisten atau karyawan memang harus mengutamakan budi pekerti. Begitu juga memilih teman. Sebab orang yang berbudi pekerti baik tidak akan mencelakakan orang lain dan mereka dapat dipercaya.