04 Mei 2017 14:58:49

Menilik Tingkat Edukasi dan Literasi Wanita Indonesia

Menilik Tingkat Edukasi dan Literasi Wanita Indonesia

Wanita memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat. Untuk menunjang peran tersebut, seorang wanita harus memiliki kapasitas pendidikan yang memadai. Beragam upaya sudah dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi wanita dan mengembangkan kapasitasnya. Tidak hanya itu, beberapa komunitas penggiat wanita juga terus aktif membangun kepercayaan diri supaya wanita berani tampil dengan keistimewaannya. Berbagai prestasi sudah berhasil diraih oleh para wanita Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Namun di sisi lain, masih ada kendala yang dihadapi para wanita untuk mengembangkan potensinya, terutama mereka yang tinggal di daerah 3T. Kendala tersebut adalah tidak seimbangnya peluang untuk wanita mengaktulisasikan dirinya di tengah masyarakat. 

Sejak tahun 1990, setiap tahun The United Nations Development Programme (UNDP) mengeluarkan publikasi berupa Human Development Report (HDR) yang merupakan rangkuman indeks pembangunan dari tiap negara anggota PBB. Salah satu aspek yang diukur dalam laporan tersebut adalah Gender Inequality Indeks (GII) dan Gender Development Index (GII). Dalam publikasi UNDP untuk Human Development Report 2016, GDI Indonesia masih berada pada angka 0,926, sementara GII berada pada angka 0,467 dari skala 0-1. Hal ini berarti masih adanya kesenjangan yang cukup tinggi antar gender dalam hal pembangunan manusia.

Hal yang Mengejutkan dari Bidang Pendidikan dan Literasi

Sebagian orang sepertinya masih mempercayai bahwa dalam bidang pendidikan dan literasi, pria memiliki nilai lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini dipercayai karena adanya pengaruh budaya dan nilai-nilai yang masih meninggikan pria dan memarginalkan kaum perempuan. Tapi hal yang berbeda terlihat dari angka yang tercantum di Human Development Report 2016. Angka harapan pendidikan baik untuk pria dan perempuan berada pada nilai yang sama yaitu 12,9. Sementara rata-rata lama sekolah tidak terpaut jauh yaitu 7,4 tahun untuk perempuan dan 8,5 tahun untuk pria. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kesetaraan terutama di bidang pendidikan dan literasi di Indonesia.

Meskipun begitu, beberapa data yang dikumpulkan oleh BPS menemukan fakta yang berbeda. Bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa jika penelitian dilakukan dalam lingkup provinsi masih bisa ditemukan ketimpangan pendidikan. Tingginya persentase penduduk wanita yang tidak memiliki ijazah dibandingkan dengan penduduk pria adalah masalah yang masih ditemui baik di daerah perkotaan maupun perdesaan. Hal ini memiliki arti yang sangat besar, karena sejatinya negara memahami bahwa peran wanita dalam menentukan pembangunan negara adalah hal yang penting. Sementara peran tersebut tidak bisa dilakukan dengan baik apabila para wanita tidak memiliki latar belakang edukasi yang baik.

Usaha Mengubah Paradigma dan Peran Pemerintah

Ada berbagai faktor internal dan eksternal yang menyebabkan wanita usia sekolah tidak bisa mendapatkan haknya. Hal ini disadari oleh berbagai pihak menjadi salah satu faktor sulitnya mengembangkan kondisi sosial dan ekonomi setempat. Saat ini, paradigma yang berkembang di masyarakat mengenai peran wanita pelan-pelan berusaha diubah. Berkembangnya kesadaran bahwa wanita merupakan pilar pembangunan keluarga diwujudkan dalam berbagai langkah nyata. Adanya penelitian, seminar, kegiatan pengembangan dan program khusus wanita merupakan salah satu langkah nyata untuk merubah paradigma masyarakat terhadap wanita.

Adapun solusi pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara wanita dan pria dalam memperoleh akses, kesempatan berpartisipasi, dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dan pembangunan. Dalam bidang pendidikan, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi semakin terbuka lebar. Pemerintah menyadari seiring meningkatnya angka pendidikan wanita maka diharapkan kualitas keluarga dan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang juga akan semakin meningkat.