04 Mei 2017 14:32:19

Memotivasi Anak Agar Mau Belajar Mandiri

Memotivasi Anak Agar Mau Belajar Mandiri

Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik anaknya. Mulai dari membangunkan tidur, menyuruh mandi, sarapan lalu berangkat sekolah pun dilakukan dengan  berbagai cara. Namun, tidak sedikit anak-anak yang malah tidak semangat memulai aktivitas berangkat sekolah. Bahkan anak yang kurang semangat sekolah biasanya juga tidak akan mau belajar sendiri di rumah. Hal tersebut akan terus berulang jika kemandirian anak belum tumbuh. Meskipun demikian, semua anak memiliki tugas untuk melatih kemandirian dalam setiap tahap perkembangannya. Jangan sampai anak terlambat belajar mandiri karena akan berdampak pada perkembangannya kemudian.

Menurut Ibnu Nizar (2009), kemandirian adalah keterampilan atau kemampuan yang dapat dilakukan anak sesuai tahapan usianya. Kemandirian setiap anak berbeda-beda, tergantung stimulasi yang diberikan orang tua. Kita sebagai orang tua sebaiknya melatih kemandirian anak sejak dini, misalnya mulai dari belajar secara mandiri. Kita tentu memiliki harapan yang sama, yaitu ingin anak-anak kita mau belajar tanpa disuruh. Belajar secara mandiri dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, kita bisa memanfaatkan media yang menunjang cara belajar mandiri. Dengan dukungan teknologi yang semakin berkembang, anak dapat menggunakan gadget sebagai media belajarnya. Gadget berisi flipping book, permainan edukatif, dan video pembelajaran merupakan contoh media pembelajaran yang dapat digunakan anak secara mandiri. Media pembelajaran interaktif dalam gadget akan membuat belajar menjadi menyenangkan, lengkap, dan mudah dipahami seperti Rumah Juara.

Tersedianya kemudahan, kenyamanan, dan kelengkapan belajar yang ditunjang dengan berbagai hal menyenangkan dalam Rumah Juara dapat membentuk budaya belajar anak di rumah. Namun, kita perlu ingat bahwa kontrol dan perhatian orang tua terhadap perkembangan belajar anak secara mandiri juga sangat penting. Rumah Juara yang dilengkapi dengan fitur laporan hasil belajar anak merupakan pilihan tepat. Saat orang tua sibuk bekerja, anak bisa mencari jawaban dari pekerjaan rumahnya sendiri, mencari tahu hal-hal baru yang ingin dipelajari, serta melakukan hal asyik lain dalam belajarnya. Sepulang kerja, anak bisa memperlihatkan hasil belajarnya kepada orang tua sehingga orang tua bisa mengapresiasi kegiatan belajar anak. Hal yang demikian tentu akan menambah rasa percaya diri serta kemadirian anak sekalipun kita tidak bisa terus mendampinginya belajar di rumah.

Bahagia dan bangga rasanya jika anak bisa mengungkapkan, “Aku sudah mampu, Bu. Aku bisa melakukannya sendiri!”. Anak yang memiliki motivasi diri demikian sangatlah bagus. Ungkapan itu menandakan bahwa rasa percaya diri dan kemandirian anak mulai berkembang. Dampaknya, anak lebih semangat melakukan berbagai aktivitas guna meningkatkan kecerdasannya. Menurut Musbikin (2009), anak yang rajin belajar biasanya ditandai dengan adanya rasa percaya diri yang kuat. Dia memiliki cita-cita yang tinggi dan berusaha sekuat tenaga agar kelak bisa meraihnya. Hal ini sangat berbeda dengan anak yang malas belajar. Mereka biasanya sangat pesimis dalam menatap masa depan. Manfaat lain dari belajar mandiri juga akan sangat terasa bagi kehidupan anak di masa depan karena ia memiliki kesempatan untuk mencoba banyak hal positif (Ibnu Nizar, 2009). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan kemandirian anak dalam belajar. Melatih kemandirian anak sesuai dengan tahapan perkembangannya akan membantu anak sukses meraih cita-citanya kelak.