23 Oktober 2019 10:59:16

Inilah Capaian Kinerja Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy pada Kabinet Kerja I

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah sukses menyelesaikan masa jabatannya pada kabinet kerja I.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah sukses menyelesaikan masa jabatannya pada kabinet kerja I. Beliau menjabat sebagai Mendikbud selama 3 tahun (2016-2019) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, menggantikan posisi Anies Baswedan. Muhadjir Effendy berhasil mengemban amanah untuk memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) demi memajukan pendidikan di Indonesia.

Profil Singkat Muhadjir Effendy

Profil singkat pendidikan Muhadjir Effendy dimulai dengan gelar sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Malang pada 1978. Kemudian, beliau menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan Sosial di IKIP Malang pada 1982. Pada 1991, Muhadjir Effendy menempuh pendidikan The Management for Higher Education di Victoria University, British Columbia, Canada. Kemudian, pada 1993 beliau menempuh pendidikan Regional Security and Defense Policy, National Defense University, Washington D.C., USA.

Selanjutnya, pada 1996 Muhadjir Effendy melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada dengan jurusan Magister Administrasi Publik. Pendidikan S3 beliau tempuh di Universitas Airlangga dengan disertasinya yang berjudul “Pemahaman Tentang Profesionalisme Militer di Tingkat Elit TNI-AD”.

Pada tingkat organisasi, Muhadjir Effendy tercatat pernah menjadi Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur (2005-2010).  Beliau juga menjadi Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia Malang (2008-2011, 2011-2014). Tahun 2010 hingga sekarang beliau tercatat menjadi Anggota Dewan Pembina Ma’arif Institute for Culture and Humanity. Selanjutnya, tahun 2014 hingga sekarang Muhadjir Effendy juga menjadi Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Timur. Beliau juga tercatat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (2015-2020).

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, Muhadjir Effendy pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor III/bidang Kemahasiswaan UMM (1984-1996). Selanjutnya, pada 1996 hingga 2000 beliau menjabat sebagai Pembantu Rektor I/bidang akademik di UMM. Beliau juga dikenal sebagai mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode (mulai menjabat tahun 2000 hingga 2016). Hingga saat ini, beliau juga tercatat sebagai dosen tetap di IKIP Malang (sejak 1986).

Capaian Kinerja Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan

Selama 3 tahun masa jabatannya sebagai Mendikbud, terdapat sejumlah capaian kinerja yang cukup menonjol. Sejak masa awal kepemimpinannya pada pertengahan 2016, Muhadjir Effendy mencetuskan program penguatan pendidikan karakter. Tujuannya untuk menguatkan karakter siswa yang meliputi lima nilai, yakni religius, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian. Tidak hanya itu, gerakan literasi nasional juga gencar dilaksanakan, bahkan hingga kini telah terdapat 102 kampung literasi. 

Capaian kerja beliau juga terukur dengan pencanangan program nasional dalam pemenuhan kebutuhan guru serta tenaga kependidikan untuk menjawab tantangan pembelajaran abad 21, memajukan budaya serta Bahasa Indonesia, dan juga memperkuat jati diri bangsa. Di bawah kepemimpinan Muhadjir, Kemdikbud juga berhasil meningkatkan akses pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan. Selain itu, Kemdikbud juga berhasil meningkatkan relevansi pendidikan melalui revitalisasi vokasi dan juga menciptakan reformasi tata kelola pendidikan dengan pelibatan publik. Pada masa jabatannya pula, Kemdikbud juga berhasil merealisasikan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan setelah berjuang selama 30 tahun.

Lebih lanjut lagi, di bawah kepemimpinan beliau, Kemdikbud berhasil memfasilitasi 1,933 juta guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai media pengembangan profesi guru. Peningkatan kualitas guru juga dibuktikan dengan peningkatan jumlah guru lulusan sarjana selama lima tahun terakhir, yakni dari 74,77 persen menjadi 87,22 persen. Selain itu, sejak tahun 2016, BOS diberikan hingga jenjang SMA/SMK, yang mana sebelumnya hanya jenjang SD dan SMP yang menerima dana BOS. Bahkan terakhir pada tahun 2019, Kemdikbud memberikan dana BOS afirmasi untuk sekolah di daerah tertinggal dan BOS kinerja untuk sekolah dengan kinerja terbaik. Kemdikbud juga membuat 2.580 zona pendidikan sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kualitas pendidikan, kualitas guru, serta pemerataan distribusi guru berbasis zonasi.