04 Mei 2017 10:59:54

7 Langkah Menghadapi Anak yang Malas Belajar

7 Langkah Menghadapi Anak yang Malas Belajar

Anak yang malas belajar merupakan gejala dari kurangnya motivasi belajar pada anak. Orang tua seringkali merasa frustasi menghadapi permasalahan ini. Menasehati atau bahkan memarahi anak bisa jadi kurang tepat karena justru akan membuat anak tertekan. Jika dibiarkan, bisa jadi kebiasaan belajar anak akan semakin menghilang.  Untuk itu, orang tua dapat menerapkan tujuh strategi untuk membantu anak agar kembali semangat untuk belajar. Kuncinya adalah dengan mengamati perkembangan anak secara detail. Berikut adalah tujuh langkah yang bisa orang tua terapkan di rumah.

1.      Membuka Komunikasi
Orang tua bisa membuka komunikasi dan membuatnya nyaman untuk berbicara dengan menanyakan kendalanya dalam belajar. Dengarkan dan tangkaplah masalah yang diutarakan sang anak, namun jangan terburu-buru memberikan nasehat atau menyalahkan. Cobalah untuk melihat sisi positif  dari sang anak. Mengkorelasikan sisi positif anak dengan tokoh idolanya bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi anak dan menguatkan rasa percaya dirinya.

2.      Menjauhkan Gangguan Belajar
Anak sangat rentan terhadap gangguan belajar terutama dari media elektronik, seperti televisi dan gadget. Berbagai tayangan televisi dapat menyita perhatian anak, terlebih tayangan tidak mendidik yang disiarkan pada jam belajar. Untuk menjaga kedisiplinan belajar anak, kita perlu menjauhkan anak dari televisi pada jam belajarnya. Bagi anak yang kecanduan gadget, dapat kita arahkan untuk memanfaatkannya sebagai sumber dan media belajar.

3.      Memberikan Fasilitas dan Lingkungan yang Mendukung
Menciptakan tempat belajar yang nyaman juga penting bagi anak. Hindari kondisi tempat belajar yang redup dan pengap. Tak melulu di dalam ruangan, sesekali mengajak anak belajar di luar ruangan juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kemalasan belajar. Ssediakan juga fasilitas belajar yang dapat menarik minat belajar anak. Perhatikan juga cakupan materi serta latihan yang lengkap sesuai potensi yang akan dikembangkan.

4.      Menjaga Kondisi Fisik Anak
Memberikan nutrisi yang cukup akan membantu pertumbuhan anak, jika semua kebutuhan gizi terpenuhi anak akan tumbuh menjadi anak sehat. Kondisi anak yang sehat akan membantunya belajar dan menyelesaikan tugas. Pastikan anak cukup istirahat dan sediakan sedikit makanan ringan ynag sehat agar anak dapat berkonsentrasi belajar.

5.      Menentukan Waktu yang Tepat untuk Belajar
Membentuk ritme belajar penting dilakukan dengan menyesuaikan waktu belajar yang nyaman bagi anak. Selain bisa membentuk kedisiplinan, konsistensi dalam menentukan waktu belajar bisa membantu anak mengatur dirinya sendiri. Diskusikan dengan anak waktu yang nyaman untuk belajar. Hindari waktu-waktu yang membuat anak lelah, seperti sepulang sekolah atau waktu belajar yang terlalu malam.

6.      Belajar Menggunakan Iringan Musik
Menciptakan suasana yang menyenangkan dapat membuat anak semangat belajar. Bagi beberapa anak musik dapat mengurasi rasa malasnya. Menurut Musbikin (2009), ada beberapa macam manfaat musik, diantaranya untuk menambah perbendaharaan kosakata, mencerdaskan, dan membawa pengaruh positif pada kesehatan anak. Berikan musik yang sesuai dengan usia, jangan lupa  untuk memilih lirik yang mendidik serta irama yang menyenangkan.

7.      Menghindarkan Anak dari Masalah Keluarga
Kondisi psikologis anak tentu perlu diperhatikan karena berpengaruh pada semangat belajarnya. Hindari keterlibatan anak dalam setiap masalah keluarga. Anak yang terlibat dalam masalah keluarga bisa tertekan dan malas belajar. Sekalipun hal buruk berupa perceraian terjadi, usahakan untuk tetap mencurahkan perhatian kepada anak dan membagi tugas dalam mendidik anak.