27 Maret 2019 08:29:55

Demam Berdarah pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan

Tindakan pertolongan pertama demam berdarah adalah menurunkan demam anak dengan paracetamol.

Ketika anak sakit, wajar jika orang tua merasa panik. Pada umumnya, anak-anak belum dapat menyampaikan hal yang dirasakannya secara tepat dan mendetail. Akibatnya, cara mendeteksi suatu penyakit yang mungkin diderita oleh anak menjadi semakin sulit.

Salah satu penyakit yang dapat mendera anak adalah demam berdarah dengue (DBD). Di Indonesia, penyakit ini menyebabkan angka kematian cukup tinggi, terutama jika terlambat ditangani. DBD disebabkan oleh virus dengan perantara nyamuk Aedes aegypti.

Mencegah Penularan Demam Berdarah

Untuk mencegah risiko terburuk, penularan penyakit demam berdarah pada anak harus diwaspadai. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain membasmi serangga, memasang kawat antinyamuk, mengenakan lotion antinyamuk, atau mengenakan pakaian tertutup. Selain itu, yang lebih penting adalah membersihkan penampungan air tempat nyamuk berkembang biak.

Langkah pencegahan lain adalah dengan memberikan vaksin DBD pada anak. Oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin ini telah masuk dalam rekomendasi imunisasi untuk anak demi mencegah penularan DBD.

Gejala Demam Berdarah

Jika tiba di titik kritis, menyelamatkan pasien yang menderita DBD bisa dikatakan lebih sulit. Oleh karena itu, selain melakukan pencegahan, pengobatan sedini mungkin diharapkan dapat membuat kondisi pasien tertolong lebih cepat.

Ada beberapa gejala DBD yang perlu diwaspadai. Pertama, anak mengalami demam tinggi yaitu mencapai 40 derajat Celcius. Selain itu, ada rasa nyeri pada bagian belakang mata, perut, tulang otot dan sendi, serta kepala. Gejala ini juga dapat disertai dengan rasa mual dan muntah.

Gejala lain yang terlihat adalah munculnya bintik-bintik merah pada beberapa tubuh penderita. Jika kondisi semakin memburuk, penderita bisa mengalami sindrom syok dengue yang dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, mengenal gejala demam berdarah dengue sejak awal sangat penting.

Cara Penanganan

Tindakan pertolongan pertama demam berdarah adalah menurunkan demam anak dengan paracetamol. Selanjutnya, anak harus beristirahat dengan cukup. Anak perlu mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Makanan yang bernutrisi pun sangat penting bagi anak.

Pada saat mengalami demam berdarah dengue, anak juga cenderung tidak nafsu makan, muntah terus-menerus, atau mengalami diare. Untuk mencegah dehidrasi, dokter memberikan cairan melalui infus. Penderita akan membaik seiring dengan meningkatnya kadar trombosit dalam darah.

Penderita DBD sebenarnya tidak membutuhkan penanganan khusus dan bisa dirawat di rumah. Namun, jika gejala terlihat semakin buruk, penderita wajib ditangani oleh dokter. Tujuannya adalah untuk mengurangi keparahan gejala dan menambah imunitas tubuh penderita.

Baca juga: Kiat Supaya Anak Tidak Mudah Tertular Batuk dan Pilek.