02 Mei 2017 15:28:54

Semangat Nawa Cita pada Hari Pendidikan Nasional

Semangat Nawa Cita pada Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebuah perayaan tahunan, namun juga sebuah momen untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan yang digunakan di Indonesia. Kualitas sistem pendidikan nasional memiliki makna penting karena akan menentukan pula kualitas sumber daya manusia di Indonesia pada masa yang akan datang. Perlunya perhatian khusus pada sistem pendidikan tidak hanya pada kualitas guru dan siswa saja, tetapi juga pada tiap elemen di dalam lembaga pendidikan, sarana prasarana serta kurikulum.

Pendidikan mempunyai tujuan untuk menciptakan sesorang yang berkualitas sekaligus berkarakter. Berdasar tujuan tersebut, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Nawa Cita sebagai landasan kabinet kerja untuk merubah kondisi bangsa. Seseorang dengan pandangan yang luas dan berkarakter akan memiliki pandangan yang luas untuk mencapai suatu cita-cita bangsa, hal ini yang ingin diimplementasikan ke dalam Nawa Cita. Tujuan Nawa Cita yaitu mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri serta berkepribadian.

Dalam poin kelima pada Nawa Cita tertuang semangat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar". Program ini dinilai cukup untuk mengentaskan buta aksara dan meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda. Dalam Nawa Cita juga tertulis bahwa dalam menata kurikulum pendidikan harus mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya pendidikan adalah kembali kepada tujuan untuk memajukan bangsa dan negara tanpa meningggalkan nilai-nilai luhur pancasila.

Untuk meraih Nawa Cita, perlu dilakukan pembentukan karakter baik untuk guru maupun siswa. Salah satu cara adalah dengan menghidupkan kembali gerakan literasi. Hal ini dianggap perlu karena proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari kegiatan menulis dan membaca. Oleh karenanya, gerakan literasi kembali dibudayakan dan dimasukkan ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Gerakan literasi secara tidak langsung dapat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Menulis dapat melatih pikiran kita menjadi lebih tertata mengenai topik apa yang akan kita tulis. Selain itu, menulis juga dapat meningkatkan daya ingat, dapat mengembangkan pengetahuan yang kita miliki, serta dapat memupuk budi pekerti.

Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan akademik yang baik, unggul dan berkarakter. Dengan pemahaman yang baik, baik guru maupun siswa akan menyadari bahwa masa depan bangsa berada di tangan mereka. Melalui Hari Pendidikan Nasional, semangat perjuangan untuk meraih kemerdekaan berpikir dan berkarya dapat tersampaikan sebagai jalan mewujudkan Nawa Cita untuk merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.