12 November 2018 11:21:47

Peran Ayah serta Dampaknya terhadap Tumbuh Kembang Anak

Peran ayah tidak hanya sebatas memberi nafkah lahir, namun juga nafkah batin berupa rasa aman, pendidikan, serta kasih sayang.

Hari Ayah merupakan momen penting untuk mengapresiasi dan mengingat jasa ayah terhadap keluarga. Sebagai tulang punggung keluarga, peran ayah tidak hanya sebatas memberi nafkah lahir, namun juga nafkah batin berupa rasa aman, pendidikan, serta kasih sayang.

Ayah sebagai Pembangun Karakter Anak

Bagi anak, ayah juga menjadi contoh karakter ideal yang melambangkan apa yang ingin mereka capai nantinya. Meski ayah tidak memiliki waktu sebanyak ibu, namun peran ayah tidaklah berkurang. Justru dengan waktu yang terbatas, ayah dituntut dapat memaksimalkan perannya di rumah.

Makna kehadiran ayah sangat berpengaruh baik pada perkembangan anak laki-laki maupun perempuan. Jika ibu menanamkan rasa kasih sayang dan lemah lembut, maka ayah akan menanamkan rasa ketegasan dan keberanian. Ibu bisa mengajarkan pengambilan sikap dengan emosi, tapi ayah bisa menjadi model dalam pengambilan sikap logis.

Kombinasi pola parenting yang tepat dapat mengembangkan kecerdasan anak dalam bersikap, membangun karakter, serta mempersiapkan anak pada tantangan yang akan mereka hadapi ketika dewasa. Hal ini harus disadari supaya ayah tidak lagi berlepas tangan dalam proses pendidikan anak-anaknya.

Dampak Positif Kedekatan Ayah kepada Anak

Secara psikologis, anak yang dekat dengan ayah akan memperlihatkan dampak positif pada masa tumbuh kembangnya. Ditemukan bukti bahwa adanya ikatan emosional antara ayah dan anak dimulai sejak usia bayi. Hal tersebut dapat dibangun dengan ikut berperan menyuapi makanan, mengajari berjalan dan berbicara, memandikan anak atau mengganti baju, mengganti celana dan popok bayi.

Dalam Journal Of Child Psychology Dan Psychiatry dijelaskan bahwa anak yang dekat dengan ayahnya cenderung tidak memiliki masalah dalam hal perilaku. Bahkan anak yang dekat dan berinteraksi cukup dengan ayahnya cenderung memiliki IQ yang tinggi dibanding anak yang tidak cukup interaksi dengan ayahnya.

Mengatur Waktu Bersama Anak

Dalam memaksimalkan perannya, ayah dapat berkomunikasi dengan ibu mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap tumbuh kembang anak. Hal ini wajib dilakukan terutama ketika ayah tidak dapat banyak meluangkan waktu di rumah.

Ayah dapat meminta ibu membuatkan jadwal, atau mengadakan acara di mana ayah dan anak bisa berinteraksi dengan baik. Meski begitu, kunci dari keberhasilannya tetap pada komitmen ayah untuk mengambil peran sebanyak mungkin. Dengan memanfaatkan waktu yang terbatas, diharapkan anak akan tetap dapat merasakan kehadiran ayah di masa tumbuh kembangnya.