29 April 2017 09:08:33

Pembual dan Beruang Liar

Pembual dan Beruang Liar

Dua lelaki sedang berjalan di hutan yang banyak ditumbuhi pohon. Salah satu dari mereka melihat jejak kaki binatang buas. Ia merasa khawatir kalau-kalau binatang buas itu membunuh mereka, sebab mereka tidak membawa senjata untuk membela diri. Temannya yang suka membual berkata:

“Jangan khawatir, di sini ada aku. Kamu kan tahu keberanian dan kekuatanku, dan ...”

Belum selesai ia bicara, tiba-tiba terdengar suara beruang datang. Si pembual yang mengaku pemberani itu berlari meninggalkan temannya menuju pohon. Ia memanjat ke dahan paling tinggi dengan ketakutan. Sementara itu temannya menjatuhkan diri dan menelungkup di atas tanah.

Beruang liar datang dan melihat tubuh manusia di atas tanah. Ia berputar-putar mengelilingi tubuh itu dan membauinya. Lelaki yang menelungkup di tanah sangat ketakutan, tapi ia berusaha memberanikan diri. Ia memejamkan mata dan menahan nafas sekuat tenaga.

Beruang mengira orang itu telah mati karena ia tidak merasakan nafas. Maka ia pun meninggalkannya. Karena beruang tidak suka bangkai.

Sesudah beruang pergi, si pembual turun dari pohon dan menghampiri temannya. Ia merasa sangat malu karena telah membual sebagai pemberani tapi nyatanya tidak. Sambil bergurau, ia bertanya kepada temannya tentang apa yang dibisikkan beruang ke telinganya.

“Dia beruang yang bijaksana. Ia mengatakan bahwa orang yang suka memuji dirinya sendiri adalah pembual yang tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan,” jawab temannya.

Lelaki pembual itu semakin malu.