27 Oktober 2018 19:22:07

Perlukah Mendampingi Anak Bermain di Rumah Teman?

Membiarkan anak bermain sendiri adalah suatu cara untuk menunjukkan kepercayaan terhadap anak.

Tempat bermain yang paling minim risiko bagi anak adalah di rumah. Namun, selain di dalam rumah, anak juga perlu bermain di luar rumah, baik di ruang terbuka maupun rumah teman. Ketika bermain di rumah, anak biasanya hanya bermain sendiri atau bersama kakak atau adik. Sementara itu, jika bermain di luar rumah, anak dapat bertemu dengan banyak teman lain.

Manfaat Anak Bermain Bersama Teman

Ada banyak manfaat bermain bersama teman. Pertama, bermain dengan teman meningkatkan kemampuan sosial anak. Ketika bermain, anak akan belajar melakukan interaksi dengan sesamanya. Interaksi dan komunikasi yang efektif harus dilatih sejak dini supaya keahlian ini dapat mendukung kehidupan anak ketika dewasa kelak.

Dengan bermain bersama teman, anak juga akan belajar bekerja  sama. Beberapa permainan tradisional harus dilakukan di dalam tim sehingga mau tidak mau anak menyesuaikan diri. Anak juga belajar untuk menyadari kelebihan dan kekurangannya serta mampu menggunakannya untuk membuat permainan lebih seru.

Manfaat lain bermain bersama teman adalah dapat melatih kesabaran. Ketika bermain sendiri, anak dapat menguasai permainan tanpa ada yang mengganggu atau menyela. Sebaliknya, ketika bermain bersama teman, anak harus sabar menunggu giliran serta sabar ketika mengalami kekalahan. Hal-hal ini sangat penting dalam membangun karakter positif pada anak.

Perlukah Mendampingi Anak?

Mendampingi anak bermain di rumah teman sebenarnya dapat dipertimbangkan lagi. Pasalnya, jika anak tidak diberikan sedikit kebebasan, ia sulit untuk mandiri. Membiarkan anak bermain sendiri adalah suatu cara untuk menunjukkan kepercayaan terhadap anak.

Akan tetapi, perlu ada aturan bermain yang harus dipahami anak. Aturan tersebut perlu ditetapkan demi kenyamanan serta keamanan anak selama bermain. Berikut beberapa di antaranya.

1. Sepakati Waktu Bermain

Jangan biarkan anak bermain di rumah teman tanpa batas waktu. Selain dapat mengganggu penghuni rumah yang dikunjungi, anak juga akan kekurangan waktu untuk melakukan aktivitas lain, seperti belajar dan berinteraksi dengan anggota keluarga lain. Pastikan anak sudah ada di rumah setelah waktu bermain habis.

2. Bekali Anak dengan Tata Krama

Ada beberapa aturan dasar ketika berkunjung ke rumah orang lain. Salah satunya, mengucapkan salam ketika memasuki rumah orang lain, pamit jika hendak pergi, dan menjaga kebersihan. Beri tahu anak untuk berperilaku sopan ketika berhadapan dengan siapa pun.

3. Tidak Boleh Mengambil Milik Teman

Mainan teman bisa jadi lebih menarik dan bagus. Namun, anak tidak boleh mengambilnya karena benda tersebut bukan miliknya. Orang tua perlu meminta kejujuran anak dan melakukan klarifikasi pada orang tua teman jika terjadi kehilangan.

4. Menyelesaikan Konflik Sendiri

Di kala bermain, bukan tidak mungkin anak bertengkar dengan teman mainnya. Dalam hal ini, orang tua harus bisa menempatkan diri dengan netral. Jangan sampai, masalah tersebut dibesar-besarkan sehingga membuat hubungan para orang tua ikut memanas. Bekali anak cara menyelesaikan konflik dengan bijak. Salah satunya, dengan suka mengalah.

Aturan bermain di rumah teman sebaiknya disampaikan dengan jelas kepada anak. Apabila dilanggar, berikan peringatan. Jika anak masih belum bisa mematuhinya, berikan sanksi. Namun, sanksi tersebut harus disesuaikan dengan berat ringannya pelanggaran. Ingat, Anda hanya ingin membentuk karakter anak, bukan bermaksud mengekangnya.

Baca juga: Perlukah Membuat Jadwal Bermain Gadget untuk Anak?.