26 Oktober 2018 08:47:42

Perlukah Membuat Jadwal Bermain Gadget untuk Anak?

Penggunaan gadget yang berlebihan akan mengganggu aktivitas kerja otak.

Pada masa kini, penggunaan gadget tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki gadget sendiri dan fasih memainkan gadget. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun tidak lagi asing dengan gadget. Bahkan, generasi saat ini sudah sangat akrab dengan penggunaan gadget.

Meskipun diciptakan untuk memudahkan kehidupan, gadget memiliki sejumlah dampak negatif pada kualitas kehidupan. Hal ini terutama terjadi jika penggunaan gadget tidak dibatasi. Orang tua harus memiliki strategi untuk mengontrol anak ketika bermain gadget. Salah satunya, dengan membuat jadwal penggunaan gadget.

Mengapa Harus Dibatasi?

Menurut para peneliti, durasi bermain gadget ideal untuk anak adalah sekitar 1-2 jam. Setelah itu, anak dilarang untuk mengoperasikan benda ini. Hal tersebut dikarenakan aktivitas otak bisa terganggu apabila anak bermain gadget terlalu sering. Selain itu, mata dapat mengalami masalah penglihatan.

Dampak negatif lain jika anak terlalu lama bermain gadget adalah kehilangan relasi dengan lingkungan sosialnya. Anak menjadi gagap ketika berinteraksi dengan teman, tidak memiliki kecerdasan sosial yang baik, dan memiliki ketergantungan pada gadget. Karena alasan-alasan inilah penggunaan gadget pada anak perlu dibatasi.

Cara Mengatur Waktu Bermain Gadget

Lalu, bagaimana cara mengatur waktu bermain gadget pada anak? Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah melibatkan anak. Sampaikan kepada anak alasan Anda memberlakukan aturan tersebut dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Ketika anak mengerti bahaya yang dihadapinya, ia akan dengan mudah mematuhi aturan positif tersebut.

Langkah kedua, buatlah aturan berdasarkan kesepakatan. Seperti manusia lain, anak juga ingin dihargai keberadaannya. Libatkan ia dalam menentukan aturan bermain gadget di rumah. Jika anak kurang sepakat, dengarkan alasannya dan berdiskusilah secara terbuka. Suasana terbuka seperti ini akan membuat anak tidak takut mengutarakan pendapatnya.

Bagaimana Jika Anak Tidak Menuruti Aturan?

Kadang kala, anak tidak menuruti aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua terkait penggunaan gadget. Jika orang tua membiarkan, anak merasa bahwa ia dapat melakukan apa pun yang ia inginkan. Padahal, ada bahaya negatif yang mengintip di balik ketidakpatuhan tersebut.

Dalam hal ini, orang tua harus turun tangan untuk membuat anak kembali melakukan kesepakatan awal. Jika perlu, berikan sanksi yang mendidik sesuai porsi pelanggaran. Jangan lupa untuk menyampaikan alasan pemberian sanksi tersebut supaya anak memahami tujuannya.

Jika anak berhasil menjalani aturan tersebut dengan baik, berikan pula reward yang menarik. Dengan demikian, anak akan lebih antusias untuk melakukan aturan, bukan hanya karena takut mendapatkan sanksi.