23 Oktober 2018 09:08:36

Serunya Mendampingi Anak Belajar Matematika di Rumah

Salah satu kesulitan orang tua dalam mendampingi anak belajar matematika adalah orang tua kurang memahami materi pelajaran tersebut.

Mata pelajaran matematika kerap menjadi momok bagi anak. Penyebabnya beragam, mulai dari cara mengajar guru yang kurang menarik hingga kurangnya pendampingan orang tua ketika belajar di rumah. Padahal, matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Supaya anak dapat lebih memahami pelajaran matematika yang diterimanya di sekolah, anak perlu mempelajari kembali materi tersebut di rumah. Di sini, peran orang tua sangat penting. Anak perlu didampingi supaya proses belajar menjadi lebih efektif.

Kesulitan Mendampingi Anak Belajar Matematika

Saat ini, banyak orang tua yang mengaku kesulitan dalam mendampingi anak belajar matematika di rumah. Salah satunya, orang tua kurang memahami materi pelajaran tersebut. Orang tua mungkin pernah melakukan praktiknya, tetapi tidak tahu teorinya, termasuk cara menjelaskannya kepada anak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, solusinya sederhana, yaitu kembali belajar. Bacalah buku pelajaran anak dengan cermat. Jika mendapati kasus yang rumit, berselancarlah di internet. Bisa jadi, Anda akan menemukan pemecahan soal secara efektif. Selain itu, Anda juga bisa berdiskusi dengan orang lain yang lebih paham.

Kesulitan mendampingi anak belajar matematika lainnya adalah tidak memiliki waktu yang luang. Biasanya, karena kesibukan sehari-hari, orang tua kerap membiarkan anak belajar tanpa pendampingan. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah mengatur jadwal dengan baik. Di sela-sela aktivitas, sediakan waktu satu hingga dua jam untuk menemani anak untuk belajar.

Ada baiknya jadwal belajar anak rutin setiap hari. Dengan adanya pola seperti ini, akan lebih mudah menciptakan kebiasaan belajar di rumah. Selain itu, orang tua dapat membagi waktu dengan lebih efektif.

Tips Mendampingi Anak Belajar Matematika

Ada beberapa tips mendampingi anak belajar matematika di rumah. Berikut di antaranya.

1. Gunakan Contoh yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Untuk mengajarkan kepada anak tentang cara berhitung yang baik, ambillah contoh-contoh sederhana yang dijumpai sehari-hari, misalnya menghitung jumlah kursi dan meja, menghitung jumlah sendok, dan sebagainya. Dengan contoh yang akrab dengan keseharian, anak diharapkan dapat lebih mudah memahami materi yang dimaksud.

2. Belajar Matematika dengan Logika

Pelajaran Matematika identik dengan rumus-rumus yang bisa digunakan untuk memecahkan soal. Daripada menghafalkan rumus-rumus tersebut, akan lebih baik jika anak diajak untuk mempelajari materi secara logis. Ketika anak sudah memahami materi tersebut, menyelesaikan soal dalam bentuk apa pun akan lebih mudah. 

3. Jangan Memaksakan Anak 

Anak cenderung trauma jika dipaksa untuk memahami sesuatu yang masih dianggapnya sulit. Berikan waktu kepadanya untuk mempelajari materi tersebut. Dalam hal ini, orang tua dituntut untuk sabar dan terus membantu anak hingga ia bisa.

4. Gunakan Alat Peraga yang Menarik

Untuk membuat alat peraga, orang tua dituntut untuk kreatif. Buatlah sejumlah alat khusus yang membantu anak untuk memahami materi pelajaran Matematika tersebut. Gunakan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk menarik. Dengan demikian, waktu belajar pun akan menjadi seperti bermain bagi anak.

Baca juga: 5 Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah.