20 Oktober 2018 08:46:16

Tips Mengatur Jadwal Belajar Anak yang Ideal

Membangun rutinitas belajar sejak kecil akan mempermudah anak untuk membangun semangat belajar saat dewasa.

Masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain. Sembari bermain, anak bisa mempelajari berbagai hal dari sekelilingnya. Namun, apabila anak sudah mulai bersekolah, jadwal belajar anak harus diatur sedemikian rupa. Perlu diketahui, durasi belajar yang efektif tidak terlalu lama, tetapi tidak juga terlalu singkat. Untuk itu, orang tua harus tahu cara mengatur waktu belajar anak dengan baik. Hal ini sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan, asal menerapkan tips-tips berikut.

1. Bangun Rutinitas Belajar

Rutinitas atau kebiasaan akan membuat seseorang lebih mudah mengerjakan sesuatu. Sebenarnya, bukan hanya anak saja, orang dewasa juga perlu membangun rutinitas harian. Apabila kegiatan belajar sudah dibiasakan pada anak sejak kecil, anak tidak akan kesulitan untuk membangun semangat belajar ketika dewasa.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa rutinitas tersebut harus dilakukan tanpa paksaan. Rutinitas juga tidak boleh terkesan monoton karena cenderung membosankan. Alangkah baiknya jika rutinitas tersebut dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan yang seru dan menyenangkan. Jadi, anak akan merasa lebih antusias untuk belajar di rumah.

2. Pastikan Anak Dalam Kondisi Siap

Untuk belajar, anak harus dalam kondisi yang siap, baik fisik maupun mentalnya. Kesiapan yang dimaksud adalah merasa nyaman dengan keadaannya. Ketika akan belajar, anak sebaiknya tidak sedang lapar, mengantuk, atau lelah. Ia juga harus dalam keadaan rileks dan dapat berkonsentrasi. Umumnya, kondisi ideal ini terjadi setelah pukul 18.30 atau 19.00.

Selain persiapan anak, kondisi luar juga perlu diperhatikan. Ruangan yang kurang memadai dan gerah dapat membuat anak malas belajar dan rewel. Oleh karena itu, orang tua perlu mempersiapkan fasilitas pelengkap yang membuat suasana belajar lebih nyaman.

3. Menetapkan Durasi Waktu yang Efektif

Terlalu lama belajar dapat menimbulkan kebosanan dan rasa malas pada anak. Hal inilah yang membuat anak kehilangan minat untuk belajar. Bahkan, jika kegiatan belajar terus dilanjutkan, waktu tersebut menjadi tidak efektif dan kurang bermanfaat.

Karena itu, orang tua perlu mengatur durasi belajar yang efektif. Durasi tersebut berkaitan dengan usia anak dan tingkat pendidikannya. Semakin besar, anak akan lebih mampu mempertahankan konsentrasinya saat belajar.

Untuk anak berusia 6-8 tahun, misalnya, waktu belajar yang efektif adalah sekitar 30 menit yang dibagi dalam beberapa sesi. Idealnya, setiap sesi terdiri atas 10 menit. Sementara itu, untuk anak berusia 8 tahun dan selanjutnya, setiap sesi dapat dibagi dalam 15 menit dengan waktu belajar maksimal 1 jam.

4. Tidak Memaksa Anak Jika Sudah Terlihat Bosan

Sesuatu yang dipaksakan biasanya hasilnya tidak akan maksimal. Demikian pula pada proses belajar anak di rumah. Oleh karena itu, aturan belajar di rumah yang dibuat oleh orang tua harus tetap mempertimbangkan kebutuhan anak.

Apabila anak terlihat sudah merasa bosan, sebaiknya berhentilah sejenak untuk memberikan kesempatan kepadanya melakukan kegiatan lain. Setelah beberapa saat, ajaklah anak untuk kembali menekuni materi pelajaran yang sempat ditinggalkan. Untuk menghindari kebosanan yang berlarut-larut, ciptakan permainan edukatif dan menghibur pada saat belajar.

Belajar di rumah sama pentingnya dengan belajar di sekolah. Keduanya harus berjalan seimbang dan beriringan. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, orang tua harus menetapkan aturan belajar di rumah dengan bijak, termasuk jadwal belajar yang efektif.