19 Oktober 2018 08:39:08

Perlukah Imunisasi Diberikan pada Anak Usia Sekolah?

Imunisasi bertujuan untuk membangun kekebalan terhadap penyakit pada tubuh.

Imunisasi atau disebut juga vaksinasi adalah memberikan vaksin ke dalam tubuh seseorang. Tujuannya adalah untuk membangun kekebalan terhadap penyakit pada tubuh. Imunisasi dapat diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan, imunisasi pertama mulai diberikan sejak seorang bayi baru lahir.

Ada sejumlah imunisasi yang diwajibkan untuk bayi berusia 0-18 bulan. Beberapa di antaranya adalah hepatitis B, polio, BCG, campak, dan sebagainya. Setelah usia 18 bulan, imunisasi kembali diberikan pada saat anak usia sekolah. Imunisasi yang diberikan pada anak usia sekolah adalah untuk mencegah penyakit seperti campak, difteri, dan tetanus.

Bulan Imunisasi Anak Usia Sekolah

Salah satu program yang digagas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). BIAS diselenggarakan atas ketentuan dari Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004. Keputusan ini diambil dengan mengacu pada imbauan dari UNICEF, WHO, dan UNFPA terkait target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE).

Program BIAS dilatarbelakangi oleh fakta bahwa imunisasi yang telah diberikan kepada anak ketika masih bayi masih belum cukup, khususnya untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi). Selain itu, tingkat kekebalan anak yang mulai menurun ketika memasuki usia sekolah.

Melalui program BIAS, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia SD dan sederajat di seluruh Indonesia. Imunisasi ulangan ini dilakukan pada bulan Agustus untuk imunisasi campak dan November untuk imunisasi DT dan Td.

Jadwal Imunisasi Anak Usia Sekolah

Ada banyak imunisasi yang diberikan kepada bayi dan anak. Oleh karena itu, pemberian imunisasi harus dengan aturan tertentu dan sesuai urutan yang pas. Pemberian imunisasi dasar, misalnya, akan diawali oleh pemberian vaksin hepatitis B lalu diakhiri oleh campak.

Jadwal imunisasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan terbagi atas tiga tahap. Pertama, pemberian imunisasi pada kelas 1 SD yaitu DT dan campak (lanjutan). Kedua, pemberian imunisasi pada kelas 2 SD yaitu Td. Ketiga, pemberian imunisasi pada kelas 3 SD yaitu Td (lanjutan).

Apabila anak belum mendapatkan imunisasi campak sebagaimana jadwal yang telah ditentukan, dapat dilakukan catch up campaign campak. Kegiatan ini akan semakin melengkapi jumlah vaksin yang diberikan. Seperti halnya imunisasi biasa, dengan catch up, masa kekebalan yang didapatkan dari imunisasi dasar akan diperpanjang.

Imunisasi campak pada umumnya diberikan pada usia 9 bulan. Sementara itu, dosis ulangan diberikan antara 6-59 bulan dan pada usia sekolah SD kelas 1-6. Jika terlambat atau belum mendapatkan imunisasi campak, masih dapat diberikan selama anak berusia 9-12 bulan. Jika usianya lebih dari 1 tahun, berikan imunisasi MMR. Dengan aktif melakukan program ini, kesehatan masyarakat semakin meningkat dan dapat berkontribusi secara positif bagi lingkungan serta bangsa.