25 April 2017 08:41:30

Bocah-Bocah dan Katak

Bocah-Bocah dan Katak

Pada hari libur, beberapa bocah pergi ke kebun dan tanah lapang. Bocah-bocah itu berlomba lari dan lompat hingga tenaga mereka terkuras. Mereka lalu duduk-duduk di tepi telaga untuk beristirahat sambil mendengarkan suara katak.

Seekor katak terlihat melompat dari satu tempat ke tempat lain dengan gontai. Bocah-bocah pun bersepakat untuk beradu melemparinya dengan batu. Pemenangnya adalah yang berhasil mengenainya.

Mereka pun mulai melempari katak dengan batu. Mereka bersenang-senang tanpa menghiraukan katak-katak yang kesakitan terkena lemparan batu.

Ketika serangan bocah-bocah itu makin sengit, katak-katak berkumpul di tengah telaga.

“Mengapa bocah-bocah itu melempari kita dengan batu, padahal kita tidak melakukan kesalahan apa-apa terhadap mereka? Ini jelas kejahatan!” keluh salah satu dari mereka.

“Apa yang dapat kita lakukan? Kita ini lemah. Kita tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk melawan kejahatan manusia kejam yang menyerang kita. Jika di antara kita ada yang keluar dan meminta mereka untuk berhenti, mereka pasti akan melemparinya dengan batu bahkan mungkin membinasakannya. Sebaiknya kita serahkan saja tempat ini kepada mereka, dan kita pindah ke tempat lain,” kata yang lain.

Katak yang paling besar akhirnya berkata, “Meski diterjang bencana, tidak seharusnya penduduk meninggalkan negerinya. Yang harus kita lakukan adalah keluar dan menghadapi orang-orang kejam itu. Atas nama kebenaran dan keadilan, kita minta mereka menghentikan kejahatan mereka.”

Semua katak bersepakat dengan ucapan katak besar ini. Mereka berenang ke tepi telaga sambil berseru, “Hai orang-orang kejam, kalian menyakiti kami tanpa alasan. Kalian telah berbuat zalim kepada kami. Pergi kalian! Lakukan kebaikan dan jangan membuat permusuhan!”

Bocah-bocah itu merasa malu dengan perbuatan mereka. Mereka pun pergi meninggalkan katak-katak tersebut, dan pulang dengan perasaan sesal.