21 April 2017 09:43:26

Wanita Sebagai Pilar Pendidikan Bangsa

Wanita Sebagai Pilar Pendidikan Bangsa

Perjuangan Kartini sebagai pejuang edukasi dan literasi wanita menjadi titik awal kebangkitan wanita dalam dunia pendidikan. Rasa cinta kasih dan lemah lembut menjadi kemampuan dasar para wanita untuk mendidik dan mencetak generasi gemilang di masa depan. Peran wanita dalam dunia pendidikan saat ini sangat luas. Di mulai dari rumah, seorang ibu juga bisa berperan sebagai pendidik keluarga. Sampai saat ini, berbagai lembaga pendidikan dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi juga sudah banyak diisi oleh para wanita pendidik. 
Sebagai seorang pendidik, hal utama yang harus dimiliki adalah kemampuan intelektual dan karakter yang baik. Pendidikan intelektual menekankan pada ilmu pengetahuan yang harus diketahui oleh seorang anak, sedangkan pendidikan karakter merupakan penanaman nilai-nilai budi pekerti untuk membentuk sikap yang baik. Kedua hal tersebut menjadi tanggung jawab semua pendidik. Pada praktiknya, wanita dinilai memiliki kemampuan lebih untuk menyampaikan keduanya dalam waktu yang bersamaan baik di rumah maupun di sekolah. Dengan kelebihan wanita dalam aspek afeksi atau perasasan membuat semua pembelajaran dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan nyaman. 
Wanita Indonesia sesungguhnya memiliki arti baru setelah Kartini memperjuangkan hak wanita untuk mengenyam pendidikan. Wanita setelah masa Kartini tidak hanya dipandang sebagai orang yang hanya bisa melahirkan anak saja, tetapi seseorang yang mampu melahirkan generasi cemerlang dan berbudi pekerti baik. Bahkan sampai saat ini, wanita dituntut untuk semakin aktif dan menyadari pentinnya posisi mereka dalam dunia pendidikan. Wanita harus bisa berperan sebagai istri yang mendidik suami, sebagai ibu yang mendidik anak, sekaligus sebagai guru yang mencerdaskan orang di sekitar. Hal inilah yang pada akhirnya membuat wanita dianggap sebagai pilar pendidikan bangsa.