05 September 2018 10:11:45

Penghentian Penyaluran Dana Tunjangan Guru

Permohonan Penghentian Transfer Tunjangan Profesi Guru( TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), dan Dana Tambahan Penghasilan (Tamsil) melalui DAK Nonfisik 2018.

Profesi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Guru merupakan tokoh utama dalam dunia pendidikan yang keberadaanya sangat berpengaruh dalam pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Salah satu bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah kepada guru adalah pemberian hak berupa tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan lainnya bagi guru dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, pemerintah memberikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang besarnya satu kali gaji pokok per bulan kepada guru bersertifikat pendidik. Sementara bagi guru yang belum bersertifikat, diberikan Tambahan Penghasilan (Tamsil) atau insentif yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kemampuan profesionalnya. Bagi guru yang mengajar di daerah khusus, diberikan pula Tunjangan Khusus Guru (TKG) yang diharapkan dapat membantu meringankan beban guru menghadapi kerasnya perjuangan mendidik siswa di daerah yang sangat tertinggal atau tertinggal.

Tunjangan yang diberikan kepada guru, selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Pemberian tunjangan kepada guru dilakukan sejak tahun 2016. Namun, pada bulan Juli lalu, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pertimbangan Keuangan menghentikan penyaluran dana untuk Transfer Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), dan Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil). Penghentian tunjangan guru tersebut merujuk pada surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat nomor 44471/A.A1.1/PR/2018 tanggal 16 Juli 2018 mengenai Permohonan Penghentian Transfer Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), dan Dana Tambahan Penghasilan (Tamsil) melalui DAK Nonfisik Tahun 2018. Berikut isi surat tersebut.

  1. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat dimaksud menyampaikan permohonan penghentian transfer TPG, Tamsil, dan TKG mulai triwulan I dan triwulan II TA 2018 untuk provinsi/kabupaten/kota sebagaimana terdapat dalam lampiran.
  2. Permintaan penghentian penyaluran dimaksud berdasarkan atas perhitungan hasil rekonsiliasi Dana Tunjangan Guru PNSD yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan-Kemendikbud, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan-Kemenkeu, dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Pengelolaan Keuangan Provinsi/Kabupaten/Kota. Rekonsiliasi dilaksanakan dalam rangka mengidentifikasi sisa dana di RKUD dan kurang bayar TA 2017 pada bulan April s.d. Mei TA 2018. Dari hasil rekonsiliasi tersebut ditemukan adanya daerah yang menolak penyaluran TKG, dan/atau tidak sepenihnya merealisasikan TPG, Tamsil, dan TKG sehingga menyisakan dana di RKUD yang mencukupi kebutuhan pembayaran tunjangan selama tahun 2018.
  3. Penghentian penyaluran TPG, Tamsil, dan TKG merupakan bentuk pengendalian penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 225/PMK.07/2017 dengan maksud mengoptimalkan penggunaan dana dan meminimalisir sisa dana di RKUD berdasarkan rekomendasi kemeterian terkait.

Terkait surat tersebut, penghentian penyaluran dana Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tambahan Pengasilan (Tamsil), dan Tunjungan Khusus Guru (TKG) hanya berlaku untuk beberapa daerah yang masih memiliki kas yang cukup untuk pembayaran tunjangan guru sampai akhir tahun 2018. Penghentian penyaluran dana tersebut merupakan bentuk pengendalian untuk menghindari pengendapan dana tunjangan guru yang besar pada daerah tersebut.

Klik di sini untuk mengunduh Surat Penghentian Penyaluran Dana ke Pemda Tahap II.