03 September 2018 13:06:41

Ketahui Alasan Pentingnya PR bagi Siswa

PR dapat bermakna positif dan berdampak dengan baik, apabila diberikan dalam takaran yang tepat serta metode penilaian yang pas.

Beberapa waktu lalu, surat edaran yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar, Jawa Timur yang ditujukan untuk semua unit sekolah di wilayahnya ramai diperbincangkan. Surat edaran tersebut berisi mengenai larangan bagi para guru memberikan PR kepada siswa. Tujuan penerbitan surat edaran tersebut agar para siswa memiliki banyak waktu luang untuk belajar di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pemberian PR ditengarai dapat membebani sehingga siswa tidak memiliki waktu untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Namun, kebijakan ini rupanya menuai pro dan kontra. Ada beberapa pihak yang setuju, tetapi ada pula yang menyayangkan.

Mengubah Paradigma PR

Pihak yang setuju merasa bahwa pemberian PR kepada anak untuk dikerjakan di rumah memang kurang efektif. Selain itu, anak juga akan kehilangan waktu untuk bermain atau bersosialisasi dengan lingkungannya dan tidak cukup waktu untuk mempelajari hal-hal penting dalam kehidupan sehari-hari yang tidak didapatkan di sekolah. Namun, di sisi lain ada pula yang menyatakan pesimismenya terhadap wacana penghapusan PR tersebut. Melihat kemajuan teknologi sekarang, waktu anak-anak di rumah tidak lagi digunakan untuk bermain bersama teman, tetapi untuk mengakrabi gawai. Jadi, tidak dibebani oleh PR justru memungkinkan mereka memiliki lebih banyak waktu untuk bermain game.

Supaya hal seperti ini tidak terjadi, masing-masing pihak perlu merubah paradigma PR.  Hal ini memang tidak mudah. Apalagi jika pendidik belum memaknai PR sebagai aktivitas yang bertujuan untuk melatih anak lebih lanjut setelah memperoleh pelajaran di ruang kelas. Guru perlu memastikan PR tersebut tidak memberatkan, tetapi dapat mengingatkan siswa kembali pelajaran yang diterimanya di sekolah. Jika pengetahuan sering diulang-ulang dan dilatih, hasil yang didapatkan akan lebih mantap dan mengena.

Kriteria PR yang baik

Sesungguhnya, PR dapat bermakna positif dan berdampak dengan baik, apabila diberikan dalam takaran yang tepat serta metode penilaian yang pas. Dengan ini, para guru seharusnya memberikan PR berdasar kriteria-kriteria berikut.

  1. PR tidak bersifat membebani. Jangan sampai siswa mendapatkan hukuman hanya karena tidak mengerjakan PR. Namun, ajaklah siswa untuk menyadari bahwa PR adalah suatu kebutuhan yang bermanfaat baginya. Hal yang dilakukan berdasarkan kesadaran biasanya akan memberikan hasil yang lebih baik.
  2. PR sesuai porsi. Guru harus memahami bahwa siswa merupakan bagian dari keluarga dan lingkungan bermain. Jadi, jangan memberikan PR yang terlalu banyak sehingga siswa dapat memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
  3. PR bersifat lebih praktis. Dalam hal hitung-menghitung, misalnya, gunakan contoh-contoh yang dikenali siswa setiap hari baik di rumah maupun di lingkungan sekitar. Dengan demikian, siswa sekaligus akan belajar dari sekitar dan orangtua pun dapat mendukung proses belajar tersebut secara lebih optimal.
Baca juga: Guru Dilarang Memberikan PR kepada Siswa, Ini Alasannya