29 Agustus 2018 09:36:44

Upaya Siaga Bencana Gempa Bumi di Sekolah

Mitigasi Bencana di Sekolah Dasar

Indonesia merupakan negara yang sangat rawan terjadi bencana gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan permukaan tanah yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi atau aktivas gunung api. Bencana gempa bumi merupakan bencana yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, upaya mengurangi risiko bencana atau mitigasi bencana sangat diperlukan. Mitigasi bencana dapat dilakukan secara sistematis melalui satuan pendidikan. Pendidikan mitigasi bencana merupakan serangkaian program pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Dalam hal ini, pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan kebijakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan mitigasi bencana gempa bumi. BNPB menjelaskan tentang instruksi-intruksi terkait mitigasi bencana gempa bumi yang dapat dilakukan di sekolah, yakni sebagai berikut.

1.      Mengajari Siswa tentang Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Peristiwa gempa bumi dapat menjadi pengalaman yang sangat traumatis bagi yang merasakannya secara langsung. Meskipun demikian, penjelasan yang benar dan tepat tentang penyebab serta proses terjadinya gempa bumi tetap perlu disampaikan. Dengan demikian, siswa bisa mengetahui pola maupun tanda-tanda ketika gempa bumi terjadi. Di sekolah, upaya ini bisa diaplikasikan melalui pelajaran yang berhubungan dengan pengetahuan alam. Harapannya, siswa dapat lebih waspada dalam mengenali bahaya gempa bumi.

2.     
Membuat dan Memperhatikan Sistem Peringatan Dini

Peristiwa gempa bumi biasanya ditandai dengan guncangan atau gerakan permukaan tanah dan dapat menyebabakan kerusakan benda-benda di sekitar. Peristiwa gempa bumi biasanya terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Sebagai sistem peringatan dini sederhana, guru dan siswa dapat membuat benda khusus yang dapat bergoyang dan berbunyi apabila gempa terjadi. Selain itu, guru dan siswa juga bisa belajar untuk aktif mengecek situs BMKG. Metode ini dapat menjadi langkah awal untuk berhati-hati dan menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

3.     
Melaksanakan Simulasi Penyelamatan Diri

Sekolah juga dapat mengundang tim khusus untuk mengajari siswa mengenai hal-hal yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Dengan melakukan simulasi, para siswa dapat mengetahui tindakan yang paling tepat untuk dilakukan ketika bencana terjadi. Simulasi ini sebaiknya diikuti oleh seluruh siswa maupun para guru. Ada banyak fakta yang menunjukkan bahwa keadaan pada saat gempa terjadi bisa sangat kacau dan cukup membuat panik orang yang mengalaminya. Oleh karena itu, simulasi bencana gempa bumi di sekolah merupakan pelajaran sederhana namun harus benar-benar dikuasai.

4.      Menyiapkan Bangunan dengan Konstruksi Tahan Gempa

Bangunan sekolah siaga bencana BNPB harus dibangun dengan konstruksi khusus. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membangun sebuah gedung agar lebih tahan terhadap guncangan, yaitu mutu bahan bangunan, detail sambungan, mutu pengerjaan, serta kayu yang digunakan. Selain itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti merendam bata atau batako hingga jenuh sebelum dipasang. Ukuran-ukuran tiap bagian juga perlu diperhatikan dengan baik, misalnya ukuran sengkang dan jangkar, kuda-kuda kayu, dan campuran adukan beton.