25 Agustus 2018 09:25:26

Seluk Beluk Pemetaan Mutu Pendidikan SD Tahun Ajaran 2018/2019

Pemetaan mutu pendidikan SD tahun ajaran 2018/2019

Pemetaan mutu pendidikan adalah proses terkait kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis data dan informasi tentang capaian pemenuhan standar nasional pendidikan dari mulai tingkat sekolah dasar, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Dengan pemetaan mutu pendidikan ini, para pihak terkait dapat mengetahui mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan atau wilayah tertentu. Setelah pemetaan usai dilakukan, langkah selanjutnya adalah upaya peningkatan mutu pendidikan.

Untuk memetakan mutu pendidikan, tentu diperlukan informasi serta data yang akurat dan valid. Informasi dan data tersebut bisa didapatkan dengan cara menyebar kuesioner pemetaan mutu atau mengisi formulir data pokok pendidikan. Data dan informasi untuk formulir data pokok pendidikan diambil dari rekam data sekolah yang ada pada pusat data statistik pendidikan dan kebudayaan.

Tujuan Pemetaan Mutu Pendidikan SD

Pemetaan mutu pendidikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting. Pemetaan mutu pendidikan SD bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan siswa, baik secara internal maupun eksternal. Dengan melakukan pemetaan mutu pendidikan, satuan pendidikan akan memiliki hasil berupa peta mutu. Hasil pemetaan tersebut dapat digunakan oleh berbagai pihak, seperti sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat sebagai acuan untuk merencanakan perbaikan serta meningkatkan mutu pendidikan. Hal-hal ini dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Kegiatan pemetaan mutu pendidikan SD biasanya diawali dengan pengumpulan data dan informasi. Kemudian, data dan informasi tersebut diolah dan dianalisis.  Data dan informasi yang dimaksud adalah capaian pemenuhan standar nasional pendidikan, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Kegiatan pemetaan ini juga dapat menjadi gambaran yang ideal bagi para pemangku kepentingan. Di dalamnya tercakup hal-hal yang sudah dicapai sesuai standar nasional pendidikan. Dengan membandingkannya pada standar yang sudah ada, penilaiannya menjadi lebih mudah.

Pelaksana Pemetaan Mutu Pendidikan SD

Dalam hal ini, pelaksana pemetaan mutu pendidikan SD adalah sekolah. Kegiatan pemetaan dilakukan melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Hasil evaluasi yang didapatkan tersebut disampaikan dalam bentuk informasi dan data. Ada beberapa pihak yang berperan penting dalam kegiatan pemetaan ini, yakni sebagai berikut.

  1. Warga sekolah. Warga sekolah yang terlibat adalah Kepala Sekolah, perwakilan guru sejumlah 8-10 orang, perwakilan siswa sejumlah minimal 15 orang tiap sekolah, perwakilan dari komite sekolah, dan pengawas pembina.
  2. Pengawas sekolah atau petugas yang telah dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Tugasnya adalah melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap data-data yang disampaikan oleh sekolah tersebut.
  3. Petugas pemetaan mutu bisa juga dilibatkan untuk membantu merekam dan mengirimkan data melalui aplikasi pemetaan mutu pendidikan tahun ajaran 2018/2019.
  4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat membantu untuk melakukan koordinasi terhadap seluruh sekolah di wilayahnya.
Untuk keperluan pemetaan mutu pendidikan, diperlukan waktu sekitar empat bulan (Juni-September), khususnya untuk mengumpulkan data dan informasi. Selanjutnya, peta mutu yang merupakan hasil pengolahan data tersebut, disajikan dalam bentuk sistem informasi mutu pendidikan.