15 April 2017 09:57:43

Burung Dara dan Semut

Burung Dara dan Semut

Semut kecil pergi ke sungai untuk minum dan beristirahat, setelah lelah mengumpulkan makanan. Namun kaki Semut terpeleset dan ia tercebur ke dalam air. Ia tidak bisa keluar sebab tidak bisa berenang. Semut hampir tenggelam.

Saat itu, Burung Dara yang putih bersih berdiri di atas batu yang ada di air. Ia menyaksikan peristiwa yang dialami Semut. Hatinya tersentuh dan ia berusaha menolongnya. Segera ia terbang ke daratan dan kembali. Pada paruhnya terdapat sebatang rumput. Rumput itu ia julurkan ke dalam air dan dihubungkan ke daratan. Semut menangkap rumput itu dan keluar dari air dengan selamat.

Beberapa hari setelah itu, Burung Dara hinggap di cabang sebuah pohon, berteduh dengan daun-daunnya. Dari kejauhan, seorang pemburu berjalan dan mengetahui keberadaannya. Pemburu itu berhenti, membidikkan senapannya ke arah Burung Dara untuk menembaknya. Burung Dara tidak menyadarinya. Tapi Semut yang telah ia selamatkan melihat pemburu itu dan mengetahui niatnya.

Kemudian Semut merambat ke tubuh pemburu. Manakala pemburu hampir melepas tembakannya, Semut menggigitnya keras-keras hingga membuatnya kaget. Tubuh pemburu itu bergoyang, tembakannya melenceng dan tidak mengenai sasaran. Burung Dara selamat sebagai balasan atas kebaikannya kepada Semut. Barangsiapa berbuat sebiji zarah kebajikan akan mendapatkan balasannya.