23 Agustus 2018 09:52:49

Inilah Panduan Penilaian Siswa SD Menurut Kurikulum 2013

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 SD.

Kegiatan pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum. Kegiatan pembelajaran memiliki tiga komponen yang sangat penting antara lain kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Ketiga komponen tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh data dan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan dengan menganalisis dan menafsirkan data tentang kegiatan yang dilakukan siswa secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam dalam pengambilan keputusan. Untuk melakukan penilaian yang tepat dan objektif, diperlukan panduan yang tepat. Panduan penilaian diharapkan dapat memudahkan guru dalam menilai hasil belajar siswa. Ada dua hal penting yang tercakup di dalamnya, yaitu pendekatan dan prinsip yang digunakan.

Pendekatan dalam Penilaian Kurikulum 2013 SD

Terdapat dua pendekatan dalam penilaian Kurikulum 2013 SD yang sering digunakan, yaitu sumatif dan formatif. Penilaian formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik terhadap kemajuan belajar siswa dan memperbaiki proses pembelajaran agar pemahaman dan prestasi belajar siswa meningkat. Sementara itu, penilaian sumatif adalah menilai pencapaian siswa pada suatu jangka waktu tertentu. Namun, berdasarkan perkembangan terakhir, pendekatan penilaian dibedakan menjadi tiga konsep, yakni sebagai berikut. 

  1. Assessment of Learning, yaitu penilaian terhadap apa yang telah dicapai siswa.
  2. Assessment for Learning, yaitu penilaian untuk mengidentifikasi kesulitan yang mungkin dihadapi siswa, kemudian menemukan cara dan strategi agar siswa dapat memahami pelajaran dengan lebih baik.
  3. Assessment as Learning, yaitu penilaian yang  menekankan pada keterlibatan siswa untuk aktif berpikir mengenai proses belajar dan hasil belajarnya. Tujuannya adalah agar siswa dapat menjadi pembelajar independen atau mandiri.

Konsep yang terakhir ini muncul dari sebuah ide, yaitu bahwa belajar atau pendidikan bukan hanya sekadar mentransfer pengetahuan. Belajar adalah proses pengolahan kognitif yang aktif terjadi ketika seseorang mulai berinteraksi dengan ide-ide baru.

Perbedaan fungsi penilaian ini juga membedakan metode penilaian. Untuk Assessment for Learning, misalnya, harus menunjukkan pemahaman dan kelemahan siswa terhadap materi yang dipelajari. Namun, yang paling dominan digunakan dalam proses belajar mengajar adalah Assessment of Learning.

Prinsip dalam Penilaian Kurikulum 2013 SD

Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan, terdapat beberapa prinsip yang diterapkan dalam penilaian Kurikulum 2013 SD, yakni sebagai berikut.

  1. Sahih, artinya penilaian didasarkan pada data kemampuan siswa.
  2. Objektif, artinya penilaian harus dilakukan dengan prosedur dan kriteria yang jelas, tanpa dipengaruhi unsur subjektivitas.
  3. Adil, artinya penilaian tidak boleh merugikan salah satu pihak karena berkebutuhan khusus dan perbedaan lain.
  4. Terpadu, artinya penilaian merupakan suatu komponen yang saling terkait dan tidak terpisahkan dengan proses pembelajaran.
  5. Terbuka, artinya seluruh prosedur penilaian, kriteria penilaian, serta dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh pihak terkait.
  6. Menyeluruh, artinya penilaian tersebut harus mencakup seluruh aspek kompetensi dan menggunakan teknik penilaian yang sesuai.
  7. Sistematis, artinya penilaian dilakukan secara terencana dan bertahap.
  8. Ada acuan kriteria, artinya bahwa penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.
  9. Akuntabel, artinya bahwa penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik teknik prosedur maupun hasilnya.