21 Agustus 2018 10:05:38

Penting, Ini Tips Menulis Rapor Kurikulum 2013 untuk Siswa SD

Tips untuk Guru dalam Penulisan Rapor K-13 SD

Untuk mengukur keberhasilan suatu proses pembelajaran perlu adanya penilaian. Penilaian merupakan kegiatan untuk memperoleh data dan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa. Kegiatan penilaian dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kompetensi dasar serta mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Dalam pendidikan tingkat Sekolah Dasar, untuk mengetahui hasil penilaian siswa, digunakan lembar penilaian yang disebut rapor. Rapor adalah laporan hasil belajar siswa yang meliputi aspek penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Disesuaikan dengan Kurikulum 2013, berikut adalah tips penulisan rapor Kurikulum 2013 untuk guru.

1. Memaksimalkan Observasi Harian

Cara mengisi rapor K-13 SD memang cukup rumit. Ada banyak penilaian yang perlu dimasukkan agar dapat mewakili perkembangan belajar siswa di sekolah secara keseluruhan. Salah satunya adalah penilaian sikap spiritual dan sosial. Untuk melakukan penilaian yang sesuai, guru perlu memaksimalkan observasi harian lalu mencatatnya di jurnal yang tersedia. Ada tiga teknik untuk melakukan observasi, yaitu wawancara, catatan anekdot, dan catatan kejadian tertentu. Dalam pelaksanaannya, guru dapat merancang indikator sikap yang diamati. Cara ini lebih praktis dan cepat. Selain itu, penilaian juga dapat dilakukan tanpa perencanaan seperti saat terjadi perilaku yang tidak diduga, baik pada saat proses pembelajaran maupun di luar proses tersebut.

2. Tidak Mengabaikan Penilaian Penunjang

Selain penilaian utama, ada pula penilaian penunjang yang berupa penilaian diri dan penilaian antarteman. Penilaian penunjang merupakan konfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh guru. Dalam penilaian diri, siswa akan mengemukakan sikap dan perilakunya baik positif maupun negatif. Sementara itu, penilaian antarteman adalah penilaian yang dilakukan oleh siswa terhadap sikap dan perilaku sehari-hari teman sekelasnya. Penilaian jenis ini akan sangat baik dilakukan pada kegiatan berkelompok.

3. Melakukan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Pada penilaian rapor, terdapat pula penilaian pengetahuan dan keterampilan. Dalam penilaian tersebut terdapat kolom nilai, predikat, dan deskripsi yang perlu diisi oleh guru. Nilai dituliskan dalam rentang 1-100 dan predikat ditulis dengan indeks prestasi A, B, C, D. Sementara itu, deskripsi merupakan kalimat motivasi yang positif. Contoh deskripsi rapor SD Kurikulum 2013 adalah, “Ananda Eko sangat baik dalam mengenal kosakata tentang lingkungan melalui tes pendek, cukup dalam menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan.” Untuk menilai pengetahuan siswa, guru bisa menerapkan beberapa tes seperti tertulis, lisan, dan penugasan. Sedangkan penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan tiga teknik, yakni sebagai berikut.

  1. Tes kinerja yaitu mengukur pencapaian pembelajaran berupa keterampilan proses atau hasil.
  2. Penilaian proyek yaitu dengan melihat kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya untuk menyelesaikan tugas.
  3. Portofolio yaitu rekaman penilaian autentik yang memperkuat kemajuan dan kualitas pekerjaan siswa.
4. Mengisi Penilaian Tambahan Dalam Bentuk Deskripsi

Guru juga perlu mengisi penilaian untuk kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah, misalnya kegiatan pramuka. Dalam penilaian tambahan, hanya ada satu kolom dalam penilaian yaitu deskripsi tentang pencapaian siswa di bidang ekstrakurikuler tersebut. Selain itu, pada rapor terdapat ruang untuk menuliskan saran-saran bagi anak dan orangtua. Saran ini dapat berupa pujian atas prestasi siswa maupun imbauan kepada orangtua terkait kondisi anak. Untuk memudahkan penilaian, guru dapat mencoba menggunakan aplikasi rapor Kurikulum 2013 SD yang bisa diunduh di internet.

Baca juga : Kendala yang Sering Dihadapi Guru Saat Menulis Rapor Kurikulum 2013