04 Juni 2018 10:17:15

Ayo, Berkunjung ke Museum Gumuk Pasir di Yogyakarta!

Museum Gumuk Pasir terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Alamat tepatnya adalah Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul

Sahabat juara, libur sekolah telah tiba! Untuk kamu yang sedang berlibur ke Yogyakarta dan mengunjungi Pantai Parangtritis, pernahkah kalian menyempatkan untuk berkunjung ke Museum Gumuk Pasir?

Museum Gumuk Pasir terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Alamat tepatnya adalah Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta. Museum ini diresmikan pada 1 September 2000 oleh Ir. Sarwono Kusumaatmaja.  Namun, baru resmi dibuka untuk masyarakat umum pada 30 Oktober 2017.

Mengenal Bangunan Museum yang Unik

Museum Gumuk Pasir memiliki tiga gedung utama untuk menampilkan aneka koleksi dan sarana edukasinya.

1. Gedung Berbentuk Kerucut

Gedung berbentuk kerucut dengan warna dominan biru menggambarkan Gunung Merapi sebagai asal batuan vulkanik dan pasir. Gedung ini merupakan bangunan empat lantai yang memiliki koleksi khusus di setiap lantainya. Di lantai 1,kita dapat melihat detail bentang alam pesisir Kabupaten Bantul dan pesisir pantai lain di seluruh Indonesia beserta tumbuhan yang hidup di sana. Lantai 2 menjadi tempat menyimpan peralatan dan perlengkapan pemetaan. Lantai 3 berisi koleksi batuan. Lantai 4 berfungsi sebagai menara pandang untuk melihat pemandangan air laut dari kejauhan.

2. Lorong Pengetahuan

Lorong ini melambangkan sungai yang membawa pasir hasil letusan Gunung Merapi ke pesisir pantai. Di tempat ini, kita bisa mendapatkan informasi tentang terjadinya gumuk pasir yang memanjang dari Pantai Depok hingga Pantai Parangtritis.

Dari lorong ini, kita akan memahami proses terbentuknya gumuk pasir dari material vulkanik seperti debu, lahar panas, lahar dingin, dan batuan yang terbawa aliran sungai. Sungai-sungai yang bermata air di Gunung Merapi seperti Sungai Bedok, Boyong, Opak, dan Gendol membawa material tersebut hingga membentuk daerah aliran sungai yang berkumpul di muara Sungai Opak.

Sesampai di muara, material tersebut dihancurkan oleh ombak Pantai Selatan hingga menjadi pasir halus. Pasir tersebut masih mengalami proses pemanasan sinar mataharai secara terus-menerus sehingga kering dan tertiup angin menuju daratan. Pasir yang dibawa angin terus berkumpul dan mengendap hingga menjadi gundukan pasir seperti sekarang.

3. Ruang Pameran Pasir, Bebatuan, dan Karang Laut

Di dalam Museum Gumuk Pasir terdapat banyak koleksi yang kita pelajari tentang bebatuan. Seperti batu kapur, batu apung, biota laut, dan terumbu karang. Berbagai jenis pasir seperti pasir kasar sedikit terumbu karang, pasir halus, lempung kepasiran halus, pasir kasar dan terumbu karang, pasir halus sedikit terumbu karang, foto pasca tsunami di Aceh, dan lain-lain. Gedung ini juga mengandung filosofi muara sungai tempat terbentuknya gumuk pasir. 


Rute Perjalanan Menuju Ke Museum

Untuk menuju Museum Gumuk Pasir terdapat dua rute perjalanan, yaitu:

Rute 1:

Titik 0 Kilometer–Jalan KH Ahmad Dahlan–Jalan Brigjen Katamso–Jalan Parangtritis–Jalan menuju Pantai Depok–Museum Gumuk Pasir

Rute 2:

Titik 0 Kilometer–Jalan KH Ahmad Dahlan–Jalan Brigjen Katamso–Jalan Parangtritis–Jalan Pantai Depok–Jalan menuju Pantai Parangtritis–Museum Gumuk Pasir

Titik 0 Kilometer–Jalan KH Ahmad Dahlan–Jalan Brigjen Katamso–Jalan Parangtritis–Jalan menuju Pantai Depok–Museum Gumuk Pasir

Rute 1: