28 Mei 2018 09:31:43

Ketiadaan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan lagi sesuatu yang harus dipelajari, akan tetapi harus dikuasai dalam kehidupan sehari-hari.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengungkapkan bahwa saat pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak perlu menjadi mata pelajaran di sekolah. Menurut beliau, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan lagi sesuatu yang harus dipelajari, akan tetapi harus dikuasai dalam kehidupan sehari-hari. Mendikbud mengungkapkan guru harus bisa menguasai ilmu TIK dan menerapkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. hal tersebut merupakan suatu keharusan, sebab siswa zaman sekarang merupakan generasi Z, yakni generasi yang lahir ketika era internet sudah merajalela di berbagai bidang. Generasi Z melek akan teknologi sehingga mempunyai ruang leluasa untuk menggapai dunia dan juga impiannya.

Manfaat TIK agar Siswa Memiliki Kemampuan 5C

Saat ini, bisa dikatakan pendidikan Indonesia sedang memulai langkah untuk menciptakan kemampuan 5C pada siswa. kemampuan 5C tersebut meliputi critical thinking and problem solving (daya berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), creativity and innovation (kreativitas dan inovasi), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (kerja sama), serta confidence (membangun kepercayaan diri). Perkembangan TIK menuntut adanya perkembangan di dunia pendidikan pula. Diharapkan, perkembangan TIK juga bisa meningkatkan kemampuan 5C pada pelajar Indonesia. Jika kemampuan 5C tersebut ditanamkan dengan sungguh-sungguh, maka Indonesia memiliki harapan bahwa siswa berhasil memasuki abad 21.

Saat ini, Indonesia baru menerapkan kemampuan berpikir tiga level pada siswa, di antaranya mengetahui, menghafal, dan mengekspresikan. Hal tersebut bisa terpantau dalam sistem evaluasi yang diterapkan di dunia pendidikan Indonesia saat ini. siswa Indonesia saat ini merupakan generasi abad 21, akan tetapi mayoritas gurunya merupakan generasi abad 20. Tantangan Indonesia saat ini, terutama di bidang pendidikan, ialah mencari cara agar guru dan siswa bisa bersama-sama hijrah dari pola industrial menjadi pola pembelajaran digital. Selain komptensi 5C tersebut, diharapkan siswa juga memiliki kompetensi budaya agar mereka tidak terserabut dari akar budaya yang dimiliki bangsanya, justru siswa harus bisa membuat budaya mengalami perkembangan.

Teknologi sebagai Pendamping Belajar

Perkembangan TIK hendaknya bisa mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun generasi muda yang mandiri dan berkarakter. Dengan begitu, generasi muda Indonesia diharapkan bisa mencapai impian pada masa yang akan datang. Selain itu, pembelajaran di kelas dengan menggunakan bantuan teknologi bisa membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik. hal tersebut karena guru bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih interaktif dan menciptakan konten yang lebih menarik, sehingga memudahkan siswa memahami materi pelajaran.

TIK terbukti bisa menjadi pendamping belajar bagi siswa ketika di sekolah. saat ini, internet bukan lagi alat untuk memenuhi kebutuhan hiburan semata, melainkan juga menjadi penopang siswa ketika belajar. kondisi tersebut sesuai dengan hasil penelitian pada International Journal of Education and Information Technologies yang dipublikasikan pada tahun 2008. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan studi terkait pandangan orangtua di Turki mengenai anak-anak yang menggunakan internet menyimpulkan bahwa internet dianggap sebagai teknologi maju yang menjadi jendela dunia terhadap berbagai macam informasi.