25 Mei 2018 08:30:45

5 Panduan Memilih Sekolah bagi Anak Menurut Pakar Psikologi

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan orangtua ketika memilih sekolah bagi anak.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan orangtua ketika memilih sekolah bagi anak. Selain permasalahan biaya dan letak sekolah, orangtua juga harus mempertimbangkan kemampuan anak. Pakar psikologi Rosdiana Setyaningrum menyatakan, “Anak tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi impian orangtua yang belum terwujud. Jadi memilih sekolah tidak boleh hanya berdasarkan ambisi orangtua semata. Dalam beberapa kasus, ambisi orangtua dalam menyekolahkan anak bisa menghancurkan masa depan anak.” Lebih lanjut, Rosdiana membagikan beberapa tips yang bisa dijadikan panduan orangtua ketika memilih sekolah bagi anak, di antaranya sebagai berikut.

1. Faktor dalam Diri Anak

Saat memilih sekolah bagi anak, orangtua hendaknya mempertimbangkan usia dan potensi anak. Orangtua harus menghindari memasukkan anak ke sekolah dasar sebelum usia 7 tahun. Hal tersebut karena sebelum anak berusia 7 tahun otaknya belum matang dan belum mampu belajar calistung. Selain itu, perhatikan pula potensi yang dimiliki anak. Misalnya, jika anak memiliki bakat di bidang olahraga, usahakan agar anak bisa masuk sekolah yang memiliki kegiatan olahraga agar bakatnya bisa tersalurkan.

2. Karakter Kepribadian Anak

Saat memilih sekolah untuk anak, orangtua sebaiknya memahami karakter yang dimiliki anak. Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan memilih sekolah bagi anak agar karakternya dapat berkembang.

  1. Jika anak Anda aktif, pilihlah sekolah yang memiliki kegiatan olahraga.
  2. Orangtua harus mengetahui hobi anak. Pastikan sekolah yang sudah dipilih bisa menyalurkan hobi yang dimiliki anak.
  3. Pilihlah sekolah yang ramah sehingga bisa membangun kepercayaan diri anak, sebab pada dasarnya sekolah merupakan salah satu tempat di mana anak akan membangun rasa percaya dirinya.
  4. Orangtua sebaiknya melihat sistem belajar di sekolah yang akan dipilih. Sistem belajar dan guru yang menyenangkan bisa membuat anak betah di sekolah. Tidak ada salahnya orangtua datang ke skolahdan bertanya langsung kepada guru untuk mengetahui metode mengajar dan sistem mengajar mereka.
  5. Orangtua sebaiknya menghindari sekolah yang hanya menerapkan hafalan tanpa cara untuk menyelesaikan sebuah soal pada anak.
3. Potensi Kecerdasan Anak

Sebelum memilih sekolah untuk anak, orangtua hendaknya mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Ada tiga potensi kecerdasan anak yang sering muncul pada anak, yakni kecerdasan bahasa, kecerdasan berhitung, dan multiple intellegence.

4. Keinginan Orangtua vs Keinginan Anak

Saat memilih sekolah, orangtua sebaiknya melibatkan anak agar dia merasa memiliki andil dalam menentukan masa depannya. Ajaklah anak berbicara mengenai berbagai hal yang dia sukai dan yang tidak dia sukai, juga mengenai preferensi belajarnya. Orangtua juga bisa menjelaskan keingannya kepada anak, akan lebih baik jika orangtua dan anak bisa berkompromi.

5. Mencermati Sistem Sekolah

Saat memilih sekolah usahakan letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Jarak sekolah yang jauh dari rumah bisa menyebabkan anak kelelahan dan tidak fokus ketika belajar. orangtua juga harus mempertimbangkan kebutuhan anak untuk bermain dan beristirahat. Jam belajar yang terlalu panjang bisa memicu stres pada anak dan menyebabkan prestasinya menurun. Selain itu, sistem pendidikan yang baik juga perlu dikedepankan. Hal tersebut penting agar anak bisa mencapai potensinya secara maksimal.