24 Mei 2018 08:19:13

Mewujudkan Pemerataan Pendidikan dan Pemajuan Kebudayaan dengan Pemberdayaan TIK

Kemdikbud terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan TIK untuk mewujudkan visi pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mewujudkan visi pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berpesan agar TIK bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah serta antarkelas sosial di masyarakat. Pasalnya, salah satu penyebab ketidakmerataan pendidikan di kota besar dengan daerah perbatasan (biasa disebut terdepan, tertinggal, dan terluar) ialah minimnya akses informasi.

Perubahan Peran Guru di Era TIK

Sejalan dengan pemerataan pendidikan melalui pendayagunaan TIK maka peran guru lambat laun juga mengalami perubahan. Jika dulu siswa selalu bertanya berbagai hal kepada guru, maka saat ini siswa dengan mudah bisa mengakses berbagai informasi melalui gadget-nya. Saat ini guru lebih berperan sebagai penyaring informasi bagi siswa. Guru memiliki peran penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers yang membantu siswa untuk menapis pengaruh buruk internet dan media sosial. Fungsi guru sebagai pengajar mungkin saja bisa digantikan oleh berbagai fasilitas teknologi. Akan tetapi, peran guru sebagai pendidik tidak akan tergantikan oleh teknologi apapun.

Saat ini guru harus mengembangkan diri menjadi fasilitator belajar siswa pada saat teknologi berperan penting dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Perkembangan teknologi dan informasi memiliki dua dampak yang berlawanan, yaitu sisi positif dan negatif. Sisi positif perkembangan TIK antara lain masyarakat sudah tidak lagi kesulitan mengakses informasi serta berbagai sumber belajar. Bahkan siapapun bisa memperoleh informasi melimpah ruah melalui gadget. Namun yang menjadi tantangan terbesar ialah memperoleh sumber belajar yang tepat, terpercaya, dan berkualitas. Karena itulah, siswa melalui bantuan guru harus memfilter berbagai macam informasi yang akan digunakan sebagai sumber belajar.
(Baca juga: Transformasi Peran Guru di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi)

TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan yang Merata dan Berkualitas

Saat ini TIK telah menjadi faktor sekaligus indikator penentu kemajuan peradaban suatu bangsa. Perlu kita ketahui bahwa daya saing suatu bangsa ditentukan oleh seberapa besar kemampuan dalam menguasai dan memanfaatkan TIK di berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Pemanfaatan TIK di bidang pendidikan sering disebut E-Pendidikan. E-Pendidikan merupakan semua usaha pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk keperluan pembelajaran (e-pembelajaran) dan manajemen (e-administasi) pendidikan dan ditujukan untuk mendukung upaya mengatasi kesenjangan digital dan kesenjangan pengetahuan, dalam rangka meningkatkan perluasan dan pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan.

Harapannya, E-Pendidikan akan berperan sebagai tulang punggung Kemdikbud untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kebudayaan secara merata bagi masyarakat. Mewujudkan akses yang luas, merata, dan berkeadilan ialah dengan mengoptimalkan peran TIK untuk mencapai wajib belajar 12 tahun. Pengoptimalan peran TIK juga bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat berkebutuhan khusus dan masyarakat terpinggirkan, dan juga bagi wilayah 3T. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas ialah dengan meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup standar nasional pendidikan, juga untuk memfokuskan kebijakan berdasarkan percepatan peningkatan mutu untuk menghadapi persaingan global.

(Baca juga: Peningkatan Kualitas Guru sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan)