24 Mei 2018 08:08:26

Tips Agar Anak Berjiwa Pemimpin

Menanamkan jiwa kepemimpinan (leadership) dapat dimulai saat anak memasuki usia sekolah.

Jiwa pemimpin bukan semata-mata dibutuhkan agar dapat memiliki jabatan atau posisi sebagai pemimpin. Lebih dari itu, jiwa pemimpin dibutuhkan untuk memahami diri sehingga mampu meregulasi dirinya dengan baik. Oleh karenanya, jiwa pemimpin penting diajarkan pada anak agar anak mampu mengenal diri sendiri, disiplin dan taat peraturan, serta memiliki kemampuan yang baik untuk beristeraksi dengan orang lain.

Menanamkan jiwa kepemimpinan (leadership) dapat dimulai saat anak memasuki usia sekolah. Karena pada saat itulah, anak memiliki banyak peluang untuk berinteraksi dengan orang lain di luar keluarganya. Selain itu, anak juga memiliki banyak peluang untuk bertemu dengan teman seusianya. Untuk itu, mari  manfaatkan kesempatan ini untuk mulai menanamkan jiwa kepemimpinan pada anak. Beberapa tips berikut dapat menjadi inspirasi bagi orang tua dalam mengasah jiwa kepemimpinan pada anak.

1.  Membangun Kepercayaan Diri Anak

Membangun kepercayaan diri pada anak dapat dilakukan dengan cara memberi lingkungan yang nyaman. Anak yang merasa bahagia, disayang, dan percaya kepada lingkungan tempat tinggalnya, secara otomatis akan mampu menumbuhkan rasa percaya dirinya.

2.  Mengasah Kekuatan Komunikasi Anak

Sebelum anak berumur satu tahun, orang tualah yang lebih banyak berbicara. Oleh karena itu, setelah anak melewati usia satu tahun, orang tua sebaiknya memberikan kesempatan lebih banyak kepada anak untuk berbicara. Hal ini sangat bermanfaat untuk merangsang kemampuan verbalnya.

3.  Menumbuhkan Sifat Integritas Anak

Integritas dapat tumbuh saat orang tua membiasakan anak untuk mengukur kemampuan dirinya. Sebagai contoh, orang tua meminta anak merapikan mainan, menanyakan hal yang mampu dikerjakan oleh anak, serta lama waktu yang dibutuhkan anak untuk melakukannya. Jika anak mampu, berarti anak sudah dapat menentukan target waktu untuk menyelesaikannya.

4.  Memberi Kesempatan Anak Berekspresi

Mengasah jiwa kepemimpinan pada anak juga dapat dilakukan orang tua dengan memberi anak kesempatan untuk mengekspresikan pendapat dan keinginannya. Orang tua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti memilih baju yang akan dikenakan, menu makanan, tempat wisata, mengutarakan pendapat tentang orang tua, dan sebagainya.

5.  Meningkatkan Kemampuan Anak Bersosialisasi

Sejak usia tiga tahun anak sudah bisa terbiasa bermain bersama teman seusianya. Oleh karena itu, mengajak anak ke tempat-tempat di mana banyak anak seusianya datang sangat penting. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan anak cara berinteraksi, bersosialisasi, serta melihat dan menghargai perbedaan-perbedaan pada anak-anak lain.

6.  Menanamkan Rasa Tanggung Jawab

Rasa tanggung jawab merupakan salah satu dasar jiwa kepemimpinan. Rasa tanggung jawab dapat diajarkan ketika anak berbuat salah. Misalnya, mengajak anak untuk mengelap tumpahan minuman. Oleh karena itu, hindari langsung memarahi anak atau meminta orang lain memperbaikinya. Anak perlu belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya.