23 Mei 2018 08:40:32

Permainan Anak Zaman Now dan Ajaran Ki Hajar Dewantara

Saat ini, anak-anak telah mengenal berbagai jenis permainan melalui gadget, baik online maupun offline.

Saat ini, anak-anak telah mengenal berbagai jenis permainan melalui gadget, baik online maupun offline. Bahkan pada beberapa kasus, anak-anak justru lebih mahir menggunakan gadget dibandingkan orangtuanya. Beberapa kalangan mengungkapkan bahwa gadget memiliki pengaruh yang buruk dan harus dihindarkan dari anak sebab dapat menimbulkan kecanduan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa gadget bisa memberikan pengaruh positif bagi anak.

Dampak Permainan Zaman Now dan Peran Orangtua dalam Melakukan Kontrol

Pernyataan bahwa gadget tidak baik bagi anak-anak didukung dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh psikiater dari University of California, Los Angeles (UCLA) Peter C. Whybrow yang menyebut games online sebagai “digital heroin”. Sementara itu, Dr. Patrick Markey, psikolog dari Villanova University, Pennysilvania dalam bukunya “Moral Combat: Why the War on Violent Video Games is Wrong” menyatakan bahwa permainan zaman now (games online) justru bisa menstimulasi kemampuan kognitif anak dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan (problem solving).

Lalu dari kedua pernyataan tersebut mana yang benar? Bisa jadi keduanya benar. Akses anak terhadap games online biasanya terjadi saat orangtua tidak melakukan kontrol kepada anak. Sejatinya, permainan hanyalah sebuah sarana. Yang lebih penting dan harus diperhatikan oleh orangtua ialah apa yang terjadi dalam alam-keluarga, yakni interaksi antara orangtua dengan anak ketika sedang bermain atau ketika melakukan aktivitas lainnya. Permainan zaman now memang memiliki manfaat, namun pada kebanyakan kasus justru memberikan dampak negatif bagi anak. Di sanalah peran orangtua untuk melakukan kontrol melalui interaksi dengan anak, dengan kata lain orangtua hendaknya melakukan pembatasan bagi anak dalam menggunakan gadget.

Ajaran Ki Hajar Dewantara terhadap Lingkungan Pendidikan Anak

Menurut Ki Hajar Dewantara, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan pendidikan anak, yakni alam-keluarga (interaksi anak-orangtua), alam-perguruan (anak-guru), serta alam-pergaulan (interaksi anak-teman sebayanya). Ketiga hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan karakter anak. Dalam konteks ini, kita bisa melengkapi dengan faktor genetik, meskipun dampaknya memang tidak sebesar ketiga dampak yang telah disebutkan sebelumnya. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan anak usia prasekolah dasar merupakan latihan panca indera. Latihan panca indera akan optimal apabila diperoleh melalui permainan. Jadi, pendidikan anak adalah permainan itu sendiri.

Dalam fase prasekolah tersebut, interaksi antara anak-orangtua akan memberikan pengaruh yang sangat besar. Namun, bukan berarti orangtua bisa mengizinkan anak bermain sepuasnya. Dalam hal tersebut, orangtua harus memegang kendali bagaimana anak mengoptimalkan panca inderanya melalui permainan. Orangtua harus memiliki pengetahuan jenis permainan apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Orangtua hendaknya mengetahui aspek yang bisa dikembangkan melalui permainan tertentu, memberikan rambu-rambu, kemudian mengeliminasi berbagai permainan yang tidak bermanfaat.