23 Mei 2018 08:36:30

Tips Mendidik Siswa Generasi Z

Siswa generasi Z memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan siswa dari generasi pendahulunya yaitu generasi Y atau bahkan generasi X (baby boomers).

Belum lama generasi milenial atau generasi Y ramai diperbincangkan, kini generasi baru setelahnya mulai terlihat. Generasi tersebut dikenal sebagai generasi Z. Generasi Z adalah anak-anak yang lahir pada tahun 2000-an. Generasi tersebut lahir ketika teknologi digital sedang berkembang dengan pesat. Saat ini, anak-anak generasi Z merupakan siswa yang duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah.

Karakteristik Siswa Generasi Z

Berdasarkan penelitian Brown (2017), siswa generasi Z memiliki karakteristik berbeda jika dibandingkan dengan siswa dari generasi pendahulunya yaitu generasi Y atau bahkan generasi X (baby boomers). Siswa generasi Z lebih paham tentang internet daripada siswa dari generasi-generasi sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari 74% siswa generasi Z akan mengakses gawai paling sedikit satu jam per hari. Persentase itu lebih besar daripada siswa generasi Y yang mencapai 66% dan siswa generasi X yang hanya 55%.

Lebih lanjut, ekses dari siswa generasi Z adalah menurunnya minat baca. Di sisi lain, siswa generasi Z lebih suka menyerap informasi dalam bentuk visual, misalnya konten video berdurasi pendek. Hal tersebut dibuktikan oleh survei Brown (2017) yang mendapati generasi Z menyukai video pendek berdurasi 10 detik. Durasi tersebut 50% lebih singkat  dibandingkan generasi X yang mampu menyerap video berdurasi hingga 20 detik.

Cara Mendidik Siswa Generasi Z

Penetrasi digital pada siswa generasi Z perlu diimbangi dengan cara mendidik tepat sasaran oleh guru di sekolah. Sebagai langkah awal, guru harus mulai melibatkan perangkat teknologi dalam pola pengajaran sehari-hari. Hal tersebut dilakukan agar siswa generasi Z mampu menyerap pelajaran secara tepat dan cepat. Penurunan minat baca pada siswa generasi Z pun harus diperbaiki. Sebagai alternatif, guru dapat menggunakan buku audio, e-book, atau perangkat yang semisalnya untuk meningkatkan minat baca siswa.

Di sisi lain, guru harus menyadari keistimewaan siswa generasi Z yaitu penuh dengan rasa ingin tahu. Dengan kata lain, siswa generasi Z senantiasa ingin memperbarui pengetahuan atau informasi yang dimilikinya. Dari sana, guru dapat mengarahkan keingintahuan siswa pada hal-hal positif. Guru bahkan bisa memupuk keingintahuan tersebut menjadi suatu bentuk kreativitas dan inovasi siswa. Hal yang terpenting bagi guru adalah menyediakan banyak informasi positif dan mencegah siswa mengakses atau bahkan terpengaruh oleh informasi negatif. Maka dari itu, ada baiknya para guru untuk mengarahkan siswa agar terbiasa membuka laman maupun akun media sosial yang inspiratif.

Lebih dari itu, siswa generasi Z menuntut adanya pembelajaran dua arah serta interaksi penuh dengan guru. Karenanya, perangkat teknologi memegang peran penting sebagai media pembelajaran interaktif. Adapun siswa akan menjadi fokus utama dalam aktivitas pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai pendamping agar penggunaan teknologi tepat guna. Hal tersebut akan memberikan hasil yang maksimal jika didukung oleh kelas yang terkoneksi jaringan internet. Dengan demikian, siswa generasi Z pun semakin mudah dalam menyerap materi pelajaran.