22 Mei 2018 10:15:34

Kesadaran Pendidikan Budi Utomo dan Upaya Perubahan melalui Pendidikan

Momentum Hari Kebangkitan Nasional sudah sewajarnya dimaknai dengan semangat perubahan.

Hari Kebangkitan Nasional yang selalu diperingati setiap 20 Mei tidak dapat dilepaskan dari kiprah organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo) dalam mengkampanyekan nasionalisme. Organisasi Budi Utomo didirikan oleh para pemuda yang mengenyam pendidikan di STOVIA pada 20 Mei 1908. Mulanya, organisasi Budi Utomo berkecimpung di bidang kebudayaan, namun ketika dilihat dari sisi yang berbeda, organisasi inilah yang mengusung ide-ide progresif yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesadaran Pendidikan Budi Utomo sebagai Awal Kebangkitan Nasional

Lahirnya organisasi Budi Utomo tidak dapat dilepaskan dari kampanye yang dilakukan oleh Wahidin Soedirohoesodo. Beliau merupakan seorang priyayi, namun gencar melakukan kampanye untuk membantu biaya pendidikan bagi pemuda-pemuda yang pandai dari kalangan tidak mampu. Cita-cita sekaligus Wahidin tersebut disambut baik oleh Soetomo dan Suwaji yang saat itu sekolah di STOVIA. Cita-cita tersebut mengerucut pada gagasan “dengan kepandaian dan kecerdasan, martabat bangsa akan terangkat sejajar bangsa lain di dunia”.

Akhirnya, Soetomo dan kawan-kawan menyadari bahwa sistem pendidikan kolonial hanya diberikan untuk kelompok elite, bukan bagi semua anak pribumi. Mereka juga menilai sistem pendidikan kolonial sangat individualistis dan intelektualistik, tidak begitu memperhatikan keterampilan dan kepentingan hidup bersama. Yang lebih penting lagi, perlawanan terhadap kaum penjajah bisa dilakukan melalui pendidikan setelah perlawanan melalui jalur politik tidak berhasil. Melalui bidang pendidikan, ditanamkan semangat nasionalisme dan juga kesadaran berbangsa serta kemerdekaan kepada murid pribumi. Hal itulah yang akhirnya melatarbelakangi berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Pendidikan sebagai Jalan Perubahan

Pada dasarnya, pendidikan merupakan alat yang digunakan untuk memunculkan ide atau gagasan baru terhadap peserta didik dan memupuk semangat perlawanan serta pembebasan. Oleh karena itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional sudah sewajarnya dimaknai dengan semangat perubahan, sekaligus untuk menolak lupa semangat perlawanan terhadap suatu sistem yang menindas. Selain itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional harus memunculkan kembali pemikiran restorasi pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, lahirnya Kebangkitan Nasional harus dimulai dengan kepedulian terhadap masalah pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan diiringi dengan upaya menghidupkan ekonomi yang mandiri. Kebangkitan Nasional merupakan hasil kinerja bahu membahu dengan penuh kebersamaan dari seluruh elemen bangsa. Sejatinya Kebangkitan Nasional merupakan kontribusi berkelanjutan yang diawali pada tahun 1908, dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, kemudian UUD 1945.

Dari hal tersebut kita ketahui bahwa pendidikan memiliki peran penting terhadap perubahan bangsa. Demi perubahan sekaligus memajukan bangsa Indonesia maka perlu kiranya menghadirkan kembali kaum terdidik dan terpelajar. Akan tetapi, untuk mewujudkan hal tersebut tentu bukanlah hal mudah dan memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat. Tidak lupa juga peran pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang memperkuat sila pertama Pancasila, yakni manusia Indonesia yang unggul sekaligus memiliki moralitas yang tinggi, akhlak yang mulia, sehingga memberikan perubahan serta harapan bagi Indonesia yang lebih baik.