21 Mei 2018 08:31:59

Membangun Semangat Kebangkitan Nasional melalui Pendidikan

Semangat kebangkitan nasional dibangun dari kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan nasional merupakan masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kebangkitan nasional ditandai dengan lahirnya organisasi sosial pertama di Indonesia, Budi Utomo, pada tanggal 20 Mei 1908. Lahirnya organisasi tersebut dinilai sebagai titik awal dimulainya kebangkitan nasional untuk melanjutkan perjuangan bangsa dengan strategi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Strategi perjuangan baru tersebut dilakukan melalui organisasi yang dipimpin oleh kaum intelektual dengan rasa persatuan dan kebangsaan yang  mulai tumbuh.

Kelahiran Budi Utomo sebagai Tonggak Kebangkitan Nasional

Berawal dari dampak politik etis, Budi Utomo sebagai organisasi pertama pada masa pergerakan Indonesia bebas dari prasangka keagamaan, namun lebih pada peningkatan pendidikan dan kebudayaan. Oleh karena itu, program utama dari Budi Utomo adalah usaha perbaikan pendidikan dan pengajaran. Program yang lebih bersifat sosial tersebut mendorong Budi Utomo untuk mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta pada tanggal 5 Oktober 1908. Kongres tersebut menghasilkan tujuan organisasi Budi Utomo adalah kemajuan yang harmonis antara bangsa dan negara, terutama dalam memajukan pendidikan, pertanian, peternakan dan dagang, teknik, industri, serta kebudayaan.

Peran Pendidikan dalam Membangun Semangat Kebangkitan Nasional

Bercermin dari perjuangan Budi Utomo, membangun semangat kebangkitan nasional saat ini pun dimulai dari kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian,  akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Penciptaan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas tersebut tentu harus diimbangi dengan upaya pembanguan ekonomi bangsa yang mandiri. Oleh karenanya, membangun semangat kebangkitan bangsa harus dilakukan bersama oleh seluruh elemen bangsa dengan komitmen nasionalisme. Lebih dari itu, bangsa Indonesia harus menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia. Kesadaran tersebut kemudian dapat memacu semangat perjuangan bangsa Indonesia, yang awalnya berupa perjuangan fisik dapat berubah menjadi perjuangan melalui jalur pendidikan dan intelektual.

Dengan demikian, kaum terdidik dan terpelajar memiliki peran penting dalam membangun kebangkitan nasional. Mereka merupakan agen penting dalam membangun semangat kebangkitan nasional yang merupakan kontribusi berkelanjutan mulai tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, serta Pancasila dan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945. Selain itu, kaum terdidik dan terpelajar pun berperan sebagai inspirasi semangat belajar bangsa Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah pun mendukung dengan memprioritaskan sekurang-kurangnya 20% dari dana APBN dan APBD digunakan untuk pendidikan nasional. Lebih lanjut, pemerintah juga memberi kebijakan dalam penyelenggaran pendidikan karakter sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional yang mampu mewujudkan semangat kebangkitan nasional.