28 April 2018 09:40:25

Pendidikan Karakter melalui Seni Tari

Pendidikan seni tari memiliki keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan yang berpengaruh terhadap perkembangan siswa.

Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April diperingati sebagai salah satu wujud apresiasi terhadap kebudayaan khususnya seni tari. Dalam bidang pendidikan, apresiasi tersebut diimplementasikan dalam pendidikan seni tari di sekolah baik sekolah dasar maupun menengah secara menyeluruh. Dalam hal ini, pendidikan seni tari memiliki keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan yang berpengaruh terhadap perkembangan siswa. Pendidikan seni tari pun mampu memberi pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi, berkreasi, serta berapresiasi melalui pendekatan: belajar dengan seni, melalui seni, dan tentang seni. Peran tersebut belum tentu dapat disampaikan oleh bidang lain secara utuh.

Selanjutnya, pendidikan seni tari juga memiliki peranan dalam pembentukan karakter siswa yang harmonis sesuai kebutuhan perkembangannya dalam mencapai multikecerdasan. Melalui pendidikan seni tari, sikap estetis pada siswa akan terbentuk sehingga tercipta manusia Indonesia dengan karakter yang seimbang, baik dalam perkembangan pribadi, lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta hubungan dengan Tuhan. Untuk memaksimalkan peran tersebut, berikut ini lima prinsip yang harus terpenuhi dalam pendidikan seni tari sebagai sarana pendidikan karakter.

1.   Perumusan Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan merupakan acuan utama dalam melakukan semua kegiatan pendidikan dan perumusan komponen pendidikan. Perumusan tujuan pendidikan seni tari bersumber pada minat siswa dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Lebih dari itu, pendidikan seni tari harus mampu menanamkan karakter cinta budaya lokal pada siswa.

2.   Penyusunan Kegiatan Pembelajaran

Untuk mencapai tujuan pelajaran, harus ada penjabaran mulai dari kegiatan belajar-mengajar hingga hasil yang akan dicapai. Isi bahan pelajaran harus mengandung aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan serta unit-unit kurikulum harus disusun secala logis dan sistematis. Dengan demikian, urutan dan isi materi yang diajarkan pun harus diperhatikan sesuai perkembangan siswa.

3.   Penentuan Metode Pembelajaran

Pemilihan metode belajar yang tepat dalam pendidikan seni tari sangat penting untuk dilakukan. Metode yang digunakan harus bervariasi agar dapat melayani perbedaan individual siswa, memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat, serta metode tersebut harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. Lebih jauh lagi, metode tersebut dapat membuat siswa aktif, mendorong berkembangnya kemampuan baru, dan meningkatkan motivasi belajar siswa.

4.   Penyediaan Sumber Belajar

Pendidikan seni tari dapat terlaksana dengan dukungan sumber belajar yang memadai. Sumber belajar dapat berupa segala macam alat/media atau situasi yang dapat memperjelas pemahaman dan memperkaya pengalaman siswa pada seni tari. Pada pendidikan seni tari, media yang efektif adalah dengan mempraktikkan langsung bentuk tarian yang sedang dipelajari.

5.   Pelaksanaan Kegiatan Penilaian

Penilaian merupakan hal yang wajib dalam proses belajar-mengajar. Penilaian yang dilakukan harus sesuai prosedur yang ditentukan, mulai dari perumusan tujuan umum, menguraikan dalam bentuk tingkah laku siswa yang diamati, menghubungkan dengan bahan pelajaran, dan menuliskan butir-butir tes. Secara umum, tes yang dilakukan berbentuk teori dan praktik.