23 April 2018 10:23:11

Memaknai Buku dan Minat Baca di Hari Buku Sedunia

Peringatan hari buku selalu diramaikan dengan kampanye mengajak seluruh lapisan masyarakat dunia agar gemar membaca.

Hari buku sedunia jatuh pada tanggal 23 April setiap tahunnya. Peringatan hari buku selalu diramaikan dengan kampanye mengajak seluruh lapisan masyarakat dunia agar gemar membaca. Kampanye untuk mengajak masyarakat membaca perlu digaungkan terus di Indonesia, terlebih minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,1%, yang artinya dari 1000 orang Indonesia hanya satu yang rajin membaca. Dari data studi ‘Most Littered Nation in the World’ yang dirilis oleh Central Connecticut State University pada Tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara.

Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia

Rendahnya minat baca atau literasi di Indonesia disebabkan oleh keterbatasan akses pada buku. Banyak daerah yang tidak memiliki perpustakaan dan toko buku serta kebiasaan membaca yang tidak dibentuk sejak dini. Hal tersebut karena rendahnya angka literasi atau minat baca masyarakat membuat para penerbit tidak bisa memproduksi dan menjual banyak buku. Oleh karena itu, harga buku menjadi mahal karena biaya produksi yang tinggi. Padahal membaca memiliki banyak sekali manfaat, karena dengan membaca kita melawan kedangkalan pikiran, dengan membaca kita menolak untuk terpengaruh pada pendapat kebanyakan orang, dan dengan membaca kita dapat berpikir kritis.

Peringatan hari buku sedunia ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1995. Perayaan hari buku dunia pertama kali diadakan di Paris, dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada para penulis dan karya-karyanya, serta untuk membudayakan membaca. Di Indonesia sendiri sudah ada hari buku nasional yang memiliki tujuan yang sama yaitu menanamkan kegemaran membaca kepada seluruh lapisan masyarakat. Untuk meningkatkan budaya literasi dalam rangka hari buku sedunia biasanya diadakan festival buku yang berisikan bazar buku atau diskon besar-besaran di toko-toko buku.

Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Dunia Pendidikan

Upaya meningkatkan budaya literasi sudah masuk dalam dunia pendidikan, di mana setiap siswa diharuskan membaca buku sebelum memulai pembelajaran. Buku yang dibaca pun bukan buku mata pelajaran, namun buku-buku lain yang diminati oleh siswa. Kemampuan literasi dinilai penting untuk dikembangkan sejak dini, literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Dengan berkembangnya teknologi, peran buku dalam kehidupan semakin tersingkir dengan kehadiran gadget. Banyak kita temui saat di tempat-tempat umum hampir semua orang menggunakan gadget dibanding membaca buku. Namun demikian, kehadiran gadget sebenarnya dapat membantu membudayakan literasi, dengan gadget pula informasi dapat diakses dengan cepat dan luas. Kehadiran e-book yang dapat diakses melalui gadget memudahkan kita untuk membaca di mana saja tanpa harus membawa buku yang berat.

Untuk meningkatkan budaya literasi ada beberapa tips yang membantu agar kita dapat mencintai buku. Pertama, bacalah buku yang sesuai dengan minatmu. Kedua, selalu luangkan waktu untuk membaca meski hanya beberapa menit saja. Ketiga, jangan hanya membaca satu buku saja dalam kurun waktu tertentu, semakin beragam bacaan yang dimiliki akan meminimalisir kejenuhan dalam membaca. Keempat, tandai hal yang penting atau kata-kata penting yang ada di dalam buku. Kemudian yang terakhir tulis ulang bagian kata tadi kemudian bagikan kepada orang lain.