23 April 2018 09:47:01

Hari Bumi Internasional: Momentum Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa

Sekolah dapat menjadi ujung tombak perubahan karakter dalam diri siswa, termasuk pembentukan karakter peduli lingkungan.

Dalam rangka mendukung penanaman karakter peduli lingkungan dan alam sekitar yang dimulai dari sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam peraturan Nomor 64 Tahun 2016 tentang kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah dan dengan diadakannya lomba sekolah sehat (LSS). Melalui peraturan tersebut, siswa diajak untuk membudayakan hidup bersih dan sehat sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut sekaligus sejalan dengan sosialisasi kampanye peduli lingkungan, di mana setiap tahunnya selalu diadakan peringatan hari bumi internasional sebagai upaya penyadaran bahwa bumi ini perlu dirawat dan dijaga agar tetap hidup.

Sekolah dapat menjadi ujung tombak perubahan karakter dalam diri siswa, termasuk pembentukan karakter peduli lingkungan. Selama di sekolah, siswa akan belajar tentang lingkungan dan adanya guru yang mejadi teladan bagaimana menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup. Karakter peduli lingkungan harus ditanamkan sedini mungkin karena faktor manusia sangatlah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam upaya penanaman karakter peduli lingkungan di sekolah sekaligus memperingati hari bumi internasional, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menanamkan karakter tersebut dalam diri siswa, di antaranya sebagai berikut.

1.  Peraturan Peduli Lingkungan

Inilah pentingnya peran kepala sekolah, yakni sebagai pembuat keputusan untuk mendorong terciptanya karakter peduli lingkungan di sekolah. Ada beberapa kebijakan yang dapat dibuat untuk mendukung program peduli lingkungan, diantaranya:

  1. membentuk tim peduli lingkungan sekolah dari guru dan siswa;
  2. menciptakan sekolah bebas asap rokok, baik warga sekolah ataupun tamu yang datang;
  3. kebijakan memanfaatkan sarana dan prasaran sekolah untuk proses belajar mengajar, dengan begitu siswa tidak selalu belajar di dalam kelas, namun dapat dilakukan di lingkungan sekolah;
  4. mengadakan lomba-lomba yang berhubungan dengan lingkungan, seperti lomba kebersihan kelas, lomba karya 3R siswa, atau lomba penghijauan lingkungan.
2.  Karakter Peduli Lingkungan dalam Kurikulum

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru sebaiknya diintegrasikan bermuatan lingkungan hidup. Pendidikan karakter lingkungan selalu menjadi bahan pembelajaran dalam mata pelajaran apapun. Sebagai contoh pada mata pelajaran matematika mengukur luas lingkaran dengan memanfaatkan kaleng bekas, dari sana siswa diharapkan selalu menerima dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan peduli lingkungan.

3.  Kegiatan Lingkungan bagi Siswa

Ada beberapa kegiatan yang akan mengasah karakter peduli lingkungan pada diri siswa, diantaranya adalah:

  1. belajar di alam terbuka untuk mendekatkan siswa pada lingkungan sekitar;
  2. membuat sarana prasaran pendidikan lingkungan, seperti membuat kebun sayuran atau taman;
  3. mengelola sampah agar tidak dibuang namun dibuat sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti membuat bunga dari plastik dan kompos dari daun-daun kering;
  4. penghijauan sekolah, dengan melakukan penanaman pohon agar siswa mencintai pohon dan terbiasa dalam lingkungan hijau;
  5. ekstrakulikuler berwawasan lingkungan, siswa yang menggemari kegiatan alam dan lingkungan dapat terwadahi untuk berkarya yang berkaitan dengan kegiatan lingkungan;
  6. menghemat energi, misalnya dengan mematikan lampu pada saat siang hari dengan memanfaatkan cahaya matahari;
  7. kebersihan lingkungan, seperti membiasakan piket kelas, jumat bersih, serbu sampah, dan lain sebagainya.