21 April 2018 09:11:42

Menanamkan Karakter Positif R.A. Kartini pada Anak

Terdapat beberapa karakter positif dari R.A. Kartini yang bisa ditanamkan kepada anak.

Masuknya teknologi dan informasi dalam kehidupan manusia memberikan kemudahan kepada setiap orang untuk memperoleh informasi dengan cepat. Hampir semua kalangan, tua atau muda memiliki gadget yang dapat digunakan untuk mencari apapun dalam waktu sekejap. Pengguna teknologi kini bukan hanya orang dewasa saja, namun anak-anak juga sudah menjadikan teknologi sebagai temannya setiap hari. Dari internet anak-anak akan mengenal banyak sosok dan tidak jarang sosok tersebut menjadi tokoh idolanya. Anak biasanya akan mengikuti aktivitas idolanya hingga meniru gaya idolanya tersebut.

Anak yang masih dalam tahapan belajar dan meniru sangat disayangkan jika lebih mengenal tokoh-tokoh asing yang dilihatnya di dunia maya. Sementara itu, tokoh Indonesia yang sudah berjuang bagi bangsa Indonesia sangat jarang dikenal anak. Padahal, dengan mengenalkan anak kepada tokoh yang berjasa bagi bangsa ini secara tidak langsung orangtua sedang menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak. Maka dari itu, pengenalan tokoh yang berjasa bagi Indonesia harus sudah dikenalkan sejak dini. Salah satunya adalah tokoh pejuang pendidikan wanita, yaitu R.A. Kartini. R.A. Kartini dikenal sebagai pejuang wanita yang mendambakan pengakuan dan pemberian hak kepada wanita untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan mampu menentukan nasib mereka. Terdapat beberapa karakter positif dari R.A. Kartini yang bisa ditanamkan kepada anak, diantaranya sebagai berikut.

1. Menanamkan Gemar Membaca

Pemikiran kritis yang dimiliki R.A. Kartini merupakan buah dari kegemarannya membaca sejak kecil. Dengan membaca, R.A. Kartini dapat membuka wawasannya lewat beragam bacaan, seperti surat kabar, majalah ilmu pengetahuan dan sains, hingga novel ternama seperti Max Havelaar yang kebanyakan berbahasa Belanda. Belajar dari kegemaran membaca R.A. Kartini tersebut, mulailah mengenalkan buku kepada anak sejak dini. Kecintaan anak pada buku sejak dini menjadi modal penting bagi anak untuk maju dan berwawasan luas.

2. Gemar Mencari Ilmu

Kegigihan R.A. Kartini mencari ilmu dari sumber apapun, seperti buku, diskusi, observasi, kehidupan nyata, semua itu menjadikannya haus akan ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Tanamkan kepada anak bahwa belajar adalah sebuah kegiatan menyenangkan. Bukan hanya belajar di sekolah, belajar dari lingkungan sekitar dan alam akan memperkaya wawasan ilmunya.

3. Tetap Hormat kepada Adat dan Orangtua

Keputusan R.A. Kartini memperjuangkan kemandirian dan pendidikan pada wanita mendapatkan tentangan keras dari orangtua serta adat yang berlaku. Meskipun begitu, R.A. Kartini tetap menghormati orangtuanya, tidak memberontak secara frontal dan represif. Sikap R.A. Kartini tersebut menghapus pandangan tentang kaum feminis yang cenderung radikal dan identik dengan pemberontak.

4. Pantang Menyerah pada Keterbatasan

R.A. Kartini memperjuangkan hak dan perbaikan nasib perempuan, sama halnya memiliki kesempatan seperti kaum laki-laki. Beliau menolak bahwa wanita cukup berdiam diri menerima nasib dan tunduk kepada otoritas paternalistik. Menjadi wanita yang mandiri dapat ditanamkan kepada anak perempuan kita, mandiri bukan berarti bebas atau bertindak semaunya, namun bentuk surivival untuk tegak berdiri menghadapi tantangan.

5. Menjelajah Dunia

Menjelajah dunia dapat dilakukan dari mana saja, bukan harus berjalan-jalan ke luar negeri. R.A. Kartini selalu berhubungan dengan beberapa tokoh feminis Eropa dengan mengirimi surat-surat yang berisikan pemikiran dan gagasannya. Dalam surat-suratnya itu kemudian dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Dari sana orangtua bisa menanamkan pada anak bahwa mereka bisa berbagi mimpi dengan siapa saja. Tanamkan pula pada anak agar mereka mempunyai mimpi yang tinggi.