02 April 2018 10:27:15

Peran Televisi sebagai Media Pendidikan

Televisi sebagai salah satu media penyiaran memiliki andil besar dalam pembentukan karakter anak.

Setiap tanggal 1 April kita memperingati Hari Penyiaran Nasional. Dalam hal ini, media penyiaran merupakan salah satu wujud media pendidikan informal yang digunakan oleh publik. Hal tersebut dikarenakan mendidik bukan hanya tugas sekolah sebagai salah satu penyelenggara pendidikan formal, pendidikan informal pun berpengaruh terhadap hal tersebut. Dalam pendidikan formal, anak belajar berdasarkan kurikulum yang sudah ditentukan pemerintah untuk mencapai suatu kompetensi. Sementara itu, pendidikan informal memiliki aturan main sendiri sesuai ruang lingkup lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, media, dan sebagainya. Dengan begitu, pendidikan informal terjadi secara alamiah seiring berjalannya waktu.

Saat ini, media penyiaran memiliki peran penting dalam pendidikan. Televisi sebagai salah satu media yang sangat akrab dengan anak menjadi salah satu media penyiaran yang memiliki andil besar dalam pembentukan karakter anak. Maka dari itu, penting adanya nilai pendidikan yang disiarkan oleh televisi. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 4 Ayat 1 yang menyatakan bahwa penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, serta kontrol dan perekat sosial.

Problematika Televisi sebagai Media Pendidikan

Pendidikan informal yang diberikan melalui televisi akan memengaruhi anak seiring dengan apa yang sering mereka lihat di televisi. Maraknya tontonan televisi yang menampilkan kisah-kisah ironis, percintaan remaja, guru kurang dihormati muridnya, perkelahian, malas belajar, gaya hidup hedonis, budaya instan, budaya alay, atau hal-hal buruk lainnya tentu memberikan banyak efek negatif pada perkembangan anak. Hal itu dikarenakan tayangan-tayangan tersebut memuat unsur pendidikan yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada.

Dengan demikian, hal tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara pendidikan formal dan informal. Dalam pendidikan formal anak dididik dengan pengetahuan-pengetahuan baru dan sikap yang baik, namun dalam pendidikan informal di luar sekolah anak justru disuguhi contoh-contoh yang tidak mendidik lewat tayangan tidak sehat. Hal tersebut akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak.

Solusi Televisi sebagai Media Pendidikan

Lebih lanjut, televisi sebagai salah satu media penyiaran berperan penting untuk memberikan perubahan bukan hanya memberikan informasi atau sekadar menyampaikan hiburan tanpa memuat unsur pendidikan. Terlebih jika tayangan tersebut disiarkan pada prime time yaitu pukul 18.00-21.00 di mana pada waktu tersebut merupakan waktu dengan jumlah penonton terbanyak. Alangkah lebih baik, prime time diisi dengan hiburan sehat dan cerdas yang memiliki nilai edukasi, nasionalisme, kebhinekaan, ataupun penanaman nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, akan banyak sekali manfaat dari televisi sebagai media pendidikan bagi warga Indonesia.

Di sisi lain, peran orang tua dalam mengontrol tontonan televisi untuk anak sangatlah penting karena anak memiliki banyak waktu menonton televisi pada saat di rumah. Tontonan yang positif dapat terwujud jika orang tua mampu memberikan filter yang baik. Orang tua yang senantiasa mendampingi anak saat mencari hiburan dalam televisi akan memperkecil terpaparnya pengaruh yang tidak baik terhadap anak. Selain itu, pemerintah sebagai pengambil kebijakan juga berperan penting untuk memberikan aturan dalam penayangan televisi yang lebih sehat dan mendidik.