21 Maret 2018 11:21:43

Prosedur Pelaksanaan USBN SD/MI Tahun Pelajaran 2017/2018

BNSP telah menyusun POS USBN tahun pelajaran 2017/2018 yang tertuang dalam Peraturan BSNP nomor 0045/BSNP/II/2018.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah menyusun Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) tahun pelajaran 2017/2018 yang tertuang dalam Peraturan BSNP nomor 0045/BSNP/II/2018. Dalam peraturan tersebut disebutkan skema pelaksanaan USBN yang meliputi peserta USBN, penyelenggara dan pelaksana USBN, bahan USBN, mekanisme pelaksanaan USBN, hingga kriteria pencapaian kompetensi lulusan berdasarkan hasil USBN. Tahun ini, USBN SD/MI akan mengujikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Syarat Peserta dan Satuan Pendidikan Pelaksana USBN

Persyaratan peserta USBN untuk jenjang SD/MI di antaranya sebagai berikut.

  1. Peserta telah atau pernah berada pada satuan terakhir pada SD/MI.
  2. Peserta mempunyai laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai kelas IV semester 1 (satu) sampai kelas VI semester 1 (satu) bagi peserta SD/MI.
  3. Peserta mempunyai laporan lengkap penilaian hasil belajar setingkat SD/MI, mulai kelas IV semester 1 (satu) sampai kelas VI semester 1 (satu) bagi peserta Program Paket A/Ula.

Sementara itu, persyaratan satuan pendidikan pelaksana USBN untuk jenjang SD/MI adalah sebagai berikut.

  1. Satuan pendidikan telah terakreditasi sesuai keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) untuk satuan pendidikan formal dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD-PNF) untuk satuan pendidikan kesetaraan.
  2. Jika masa berlaku akreditasi satuan pendidikan yang telah habis dan dalam proses reakreditasi (pengajuan kembali), status akreditasi yang lama masih berlaku sesuai dengan ketentuan BAN-S/M atau BAN PAUD-PNF.
  3. USBN pada satuan pendidikan yang belum terakreditasi dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada jenjang pendidikan yang sama.
  4. Mekanisme penyelenggaraan dan penggunaan soal USBN oleh satuan pendidikan yang belum terakreditasi dilakukan melalui kerja sama dengan satuan pendidikan terakreditasi dan dikoordinasikan oleh dinas pendidikan atau Kantor Kementerian Agama setempat.

Penyelenggara dan Pelaksana USBN

Ada 10 pihak yang bertugas sebagai penyelenggara dan pelaksana USBN. 10 pihak tersebut dapat terbagi menjadi empat tugas pokok. Pertama, yang bertugas menetapkan kisi-kisi serta menyusun dan menetapkan POS USBN adalah BSNP. Kedua, yang bertugas menjadi penanggung jawab USBN ialah Dinas Pendidikan Provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta Kantor Kementerian Agama. Ketiga, yang bertugas sebagai pelaksana USBN yaitu satuan pendidikan yang meliputi guru dan kepala sekolah. Kemudian yang terakhir, yang bertugas sebagai pemantau USBN ialah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan 9LPMP), serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan/Konsulat Jenderal Bidang Sosial Budaya.

Pelaksanaan USBN SD/MI

Seperti telah disebutkan sebelumnya, mata pelajaran yang diujikan dalam USBN tahun ini meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Adapun bentuk soal adalah pilihan ganda dan essay. Jumlah soal untuk masing-masing mata pelajaran ialah 40 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Sementara itu, alokasi waktu ujian untuk setiap mata pelajaran tersebut adalah 120 menit. Untuk penggandaan naskah soal USBN dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau satuan pendidikan. Tahun ini, USBN dapat dilakukan dengan moda ujian berbasis kertas, ujian berbasis komputer, atau kombinasi keduanya. Untuk USBN berbasis komputermempertimbangkan beberapa hal, di antaranya soal USBN harus meliputi bentuk soal pilihan ganda dan essay, kesiapan insfrastruktur, kesiapan aplikasi, serta kesiapan sumber daya.