14 Maret 2018 09:55:28

Cara Menanamkan Karakter Religius pada Anak

Mengenalkan anak pada Penciptanya bertujuan untuk memupuk rasa syukur atas apa yang diterimanya selama hidup.

Spiritual merupakan aspek penting yang harus dipupuk sejak dini oleh orangtua sebagai pendidik pertama bagi seorang anak. Mengenalkan anak pada Penciptanya bertujuan untuk memupuk rasa syukur atas apa yang diterimanya selama hidup serta membangun kekuatan dan ketahanan hatinya ketika menghadapi hal-hal buruk yang menimpanya pada masa depan. Ketika anak sedang dalam kebimbangan, kesedihan, dirundung masalah, putus asa, hal yang diingatnya adalah dengan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa untuk meminta petunjuk, kekuatan dan berpasrah diri, itulah pentingnya menanamkan karakter religius pada anak. Maka dari itu sangat penting mengenalkan Sang Pencipta sejak dini. Ada beberapa cara menanamkan karakter religius pada anak diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengajak Anak Beribadah

Membiasakan beribadah bersama di rumah mampu mengenalkan anak pada Yang Maha Kuasa dan menyampaikan pesan spiritual pada anak bahwa Tuhan-lah pencipta dan sumber kekuatan manusia. Sejak dini anak mulai mengenal dan mencintai Tuhan. Agama juga mengajarkan nilai-nilai dan moral dalam kehidupan keseharian. Jika orangtua terbiasa menanamkan nilai-nilai dan norma agama dalam perilaku keseharian, anak-anak pun akan mengadopsi nilai-nilai tersebut untuk menjaga dan menjauhkan diri dari perilaku menyimpang.

2. Mengajak Anak ke Tempat Ibadah

Fase perkembangan logika anak masih dalam tahapan konkret operasional, pada masa tersebut anak belum bisa diajak berpikir secara logis, sehingga nilai-nilai yang menjadi pembentuk kepribadian diserap melalui pengalaman dan perasaan. Oleh karena itu, orangtua dapat mulai menanamkan karakter religius pada anak dengan mengajak anak pergi bersama-sama mengunjungi tempat ibadah, mengikuti kegiatan keagamaan dan mengadakan kegiatan keagamaan di rumah. Dengan cara tersebut, anak dapat melihat bukan hanya orang tuanya saja yang menjalankan agama, namun orang lain juga menjalankan ajaran agama. Hal tersebut akan memberikan pengalaman rohani yang tak terlupakan pada memori seorang anak.

3. Melibatkan Anak dalam Ritual Keagamaan

Melibatkan anak dalam ritual keagamaan merupakan cara paling efektif untuk mendekatkan mereka pada Sang Maha Kuasa. Mengajak anak mengikuti ritual keagamaan dapat menjadi langkah awal mengenalkan aspek spiritual dalam diri anak. Seperti bagi umat muslim, mengajak anak ikut berpuasa (sehari penuh atau setengah hari) selam bulan Ramadhan, mengajak untuk menyisihkan uang atau barang yang dimilikinya untuk diberikan kepada yang kurang mampu hal tersebut mengajarkan anak untuk bersedekah. Bagi umat Katolik belajar untuk berpuasa bermati raga ketika Masa Prapaskah, serta bagi umat Hindu mengajarkan anak melakukan ritual cuci diri cuci hati sebelum menyambut hari raya Nyepi.

Mengajarkan spiritualitas kepada anak tidak bisa dengan ucapan dan penjelasan, namun dimulai dengan melibatkan anak dalam beragam ibadah yang sudah diajarkan setiap agama masing-masing. Semakin mereka dewasa serta kemampuan berpikir yang semakin berkembang, akan semakin banyak pengetahuan dan pengertian agama dalam dirinya. Hal tersebut tidak lain karena agama dapat menjadi pedoman bagi kehidupan seseorang, bagaimanapun masalah yang dihadapi maka seseorang akan selalu berserah kepada-Nya.