15 April 2017 09:40:52

Tanya Siapa Temannya

Tanya Siapa Temannya

Pak Tani sering melihat kawanan burung yang turun ke kebunnya dan memakan gandum dari tangkainya. Ia sudah memasang orang-orangan agar mereka takut dan menjauh dari tanaman. Tetapi, usaha pun sia-sia. Pak Tani geram. Ia lalu memasang jaring untuk menjerat dan membunuh burung-burung itu, karena mereka telah merusak tanamannya.

Namun Angsa ikut terjebak dalam jaring bersama kawanan burung. Ketika Pak Tani hendak mengambilnya, Angsa menangis keras. Ia merengek minta dilepaskan, sebab ia tidak ikut memakan gandum bersama teman-teman burung-nya. Ia hanya menemani mereka untuk mengakrabkan persahabatannya dengan mereka. Ia tidak bersalah kepada Pak Tani. Karena itu, tidak adil jika dirinya diperlakukan sama dengan burung-burung yang telah membuat Pak Tani menderita. Bahkan Tuhan berfiman, “Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.”

“Apa buktinya bahwa kamu tidak ikut memakan gandumku bersama teman-temanmu para pencuri dan perampok itu? Yang aku tahu, manusia hanya berteman dengan orang-orang yang punya kesamaan dengan dirinya, baik dalam kebiasaan, akhlak, dan perbuatan. Kini aku menangkap basah dirimu bersama para penjahat ketika sedang mencuri. Karena itu, kamu juga layak menerima hukuman seperti mereka."

"Aku hanya manusia biasa. Aku tidak tahu apa yang mendekam dalam jiwa dan tersimpan dalam hati,” jawab Pak Tani.