09 Maret 2018 09:48:12

Validasi Soal USBN Sekolah Dasar 2018

Prosedur validasi ditujukan untuk menghasilkan soal yang berkualitas, baik dari aspek validitas maupun reliabilitas soal.

Alat evaluasi berupa soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai suatu kompetensi dibuat melalui prosedur validasi. Prosedur tersebut ditujukan untuk menghasilkan soal yang berkualitas, baik dari aspek validitas maupun reliabilitas soal. Prosedur validasi soal tentu sangat diperlukan terutama dalam evaluasi tahap akhir seperti USBN. Pada USBN 2018, soal-soal yang diberikan bukan hanya dalam bentuk pilihan ganda, namun juga terdapat soal esai. Kebijakan baru tersebut dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang bersifat Higher Order Thinking Skill (HOTS). Dengan demikian, USBN merupakan ujian yang berstandar (standardized test) yang diwujudkan melalui standarisasi soal, pelaksanaan ujian, skoring, dan pelaporan. Maka dari itu, validasi soal penting dilakukan untuk menciptakan soal yang berkualitas.

Validator Soal USBN

Prosedur validasi soal USBN tentu melibatkan berbagai pihak sebagai validator soal. Dalam hal ini, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) menjadi lembaga yang memiliki kewenangan validasi soal ujian tersebut. Selanjutnya, Puspendik akan diwakiliki oleh tim penanggung jawab untuk mata pelajaran ujian serta didukung oleh dosen-dosen dari perguruan tinggi negeri di Indonesia dan guru mata pelajaran. Tim validasi soal yang telah terbentuk bertugas untuk menelaah soal USBN agar menghasilkan soal yang valid. Sebagai validator, para dosen dan guru bertanggung jawab untuk memeriksa materi soal, keterbacaan, serta kesesuaian dengan kurikulum. Adapun soal yang akan divalidasi berasal dari mata pelajaran yang diujikan dalam USBN SD yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA.

Prosedur Validasi Soal USBN

Proses validasi soal secara teknis dilakukan oleh validator dengan membubuhkan jawaban untuk setiap soal yang sudah disiapkan. Validator juga harus melakukan revisi, jika stimulus dalam soal tersebut belum tepat, pengecoh belum berfungsi dengan baik, serta soal memiliki lebih dari satu unsur jawaban yang benar. Lebih dari itu, validator harus memastikan bahwa materi soal dan jawaban tidak mengandung SARA ataupun materi yang menyebabkan kontroversi seperti unsur pornografi atau isu politik. Selain dari segi materi, ketelitian dalam membuat soal pun harus diperhatikan. Ketelitian tersebut mencakup keterbacaan soal dan kesesuaian soal dengan kurikulum. Selain itu, validator juga berperan dalam menjaga kerahasian soal USBN. Dengan demikian, selain kualitas soal, kredibilitas para validator juga dipertaruhkan jika soal-soal yang sudah divalidasi tersebut bocor atau dibocorkan kepada pihak yang tidak berhak.